Tak Bawa E-KTP, Pelanggar Menangis Razia Amankan 38 Pelanggar

151
RAZIA E-KTP : Petugas gabungan yang terdiri atas Satpol PP Kota Semarang, TNI/ Polri, Inspektorat dan Dispendukcapil Kota Semarang, melakukan razia E-KTP di Jalan Siliwangi, Semarang, kemarin (20/3). M NUR WAHIDI/RADARSEMARNG.ID,
RAZIA E-KTP : Petugas gabungan yang terdiri atas Satpol PP Kota Semarang, TNI/ Polri, Inspektorat dan Dispendukcapil Kota Semarang, melakukan razia E-KTP di Jalan Siliwangi, Semarang, kemarin (20/3). M NUR WAHIDI/RADARSEMARNG.ID,

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG-Petugas gabungan yang terdiri atas Satpol PP Kota Semarang, TNI/Polri, Inspektorat dan Dispendukcapil Kota Semarang melakukan razia E-KTP di Jalan Siliwangi Semarang, Rabu (20/3) kemarin. Dari razia tersebut, petugas berhasil mengamankan 38 pelanggar. Yakni, warga yang tidak membawa E-KTP sehingga harus sidang Tindak Pidana Ringan (Tipiring) di Pengadilan Negeri (PN) Semarang.

Razia yang dimulai pukul 09.00 tersebut, petugas menghentikan kendaraan roda dua. Meminta pengendaranya menunjukkan E-KTP. Bahkan, ada pelanggar bernama Amalia, menangis saat disuruh berhenti menunjukkan E-KTP. Tidak membawa identitas, alasannya karena ingin COD. “Saya tidak membawa E-KTP, karena tergesa-gesa sehingga lupa tidak membawa. Selain itu, sudah ada pertemuan dan ingin membayar dagangan online,” kata Amalia yang mengaku panik.

Lain halnya dengan Muhammad Safik yang menggunakan jasa Ojek Online (Ojol) yang akan menuju Mangkang. Tetapi naas tidak membawa E-KTP sehingga harus mengikuti sidang
Tipiring di PN Semarang. “Biasanya saya selalu membawa E-KTP. Tetapi kemarin baru saja membayar angsuran sehingga lupa memasukkan kembali ke dalam dompet,” akunya.

Mereka yang terjaring razia, oleh petugas gabungan dilakukan pendataan. Selanjutnya mengikuti sidang Tipiring dan harus membayar denda maksimal Rp 50 ribu untuk WNI dan
WNA Rp 100 ribu.

Kasi Penegak Perda Satpol PP Kota Semarang, Rulyta Yuli Astuti SE mengatakan bahwa kegiatan razia ini dilakukan untuk persiapan Pemilu 17 April 2019 mendatang. Pihaknya pun mengimbau masyarakat agar tertib administrasi kependudukan. “Kami sedang melakukan tertib administrasi, karena akan digunakan bahan atau data dalam Pemilu mendatang,” katanya.

Rulyta mengaku kegiatan razia ini sudah dilakukan untuk warga kos-kosan dan dilakukan penertiban di lapangan Jalan Siliwangi yang bertujuan penegakan Perda 4/2016
tentang penyelenggaraan administrasi kependudukan. “Dengan adanya razia ini, mendorong masyarakat terlatih membawa E-KTP atau surat pendukung lainnya saat bepergian,” tambahnya. (hid/ida)