PGRI Terus Berinovasi Tingkatkan Profesionalitas

51
Warsito SPd, Ketua PGRI Batang.Lutfi Hanafi/RADARSEMARANG.ID,
Warsito SPd, Ketua PGRI Batang.Lutfi Hanafi/RADARSEMARANG.ID,

RADARSEMARANG.ID, BATANG – Sebagai organisasi perjuangan, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Batang merupakan perwujudan wadah bagi para guru untuk selalu berjuang dan berjuang dalam memperoleh, mempertahankan, meningkatkan, dan membela hak azasi guru baik sebagai pribadi, anggota masyarakat, warga negara, dan pemangku profesi keguruan.

Hal tersebut diungkapkan Ketua PGRI Batang Warsito. Menurutnya, lewat wadah ini, PGRI berjuang untuk mewujudkan misi hak-hak guru, kesejahteraan guru, dan profesionalitas guru. Tidak hanya itu saja, khusus PGRI Batang dikenal sebagai organisasi guru yang selalu inovatif dan memiliki kreativitas dalam mensejahterakan anggota, serta berperan dalam membangun daerah.

“Banyak aksi langsung yang kami buat dalam rangka memperjuangkan nasib guru serta daerah Batang sendiri dalam berbagai kesempatan,” ucapnya saat ditemui di Kantor Dinas Pendidikan Batang Rabu (20/3).

Semua perjuangan dilakukan melalui berbagai cara dan bentuk yang konstitusional, prosedural, dan konsepsional dalam memperoleh kehidupan guru yang layak dan sejahtera.

Berbagai kegiatan yang sudah digelar dan cukup inovatif menurut Warsito seperti pawai budaya, pekan olahraga dan seni yang digelar setiap dua tahun sekali, lomba film pendek tentang budaya Batang hingga menggelar pelatihan bagi anggota untuk meningkatkan keilmuannya.

“Seperti Asosiasi Profesi dan Keahlian Sejenis (APKS) PGRI adalah ruh dari organisasi ini. Karena sebagai organisasi profesi, APKS memiliki tugas dalam meningkatkan bidang keilmuan profesi bagi gurum,” serunya semangat.

Unutk itu, APKS PGRI Batang beberapa kali menggelar event bertema pelatihan bagi anggotanya. Seperti berbagai seminar, pelatihan menulis buku, serta dalam akhir bulan akan menggelar pelatihan menulis artikel popular di media massa bagi guru.

“Kegiatan pelatihan ini menunjukan PGRI tidak semata memikirkan urusan perut anggotanya, tapi secara profesional ada peningkatan keilmuan karena mereka notabene adalah pengjar yang harus memiliki keilmuan lebih,” tandasnya.

Karena bagaimanapun seorang guru harus bisa membuat sebuah karya, terutama dalam bidang penulisan, karena mereka pengajar. Sehingga apa yan gmenjadi buah pikirannya, harus bisa dituangkan dan menjadi karya tulis yang sebenarnya, tidak hanya konsep. (han/zal)