Peserta Kejar Paket C Jadi Kurir Ganja

Dikendalikan Napi Lapas Kedungpane

92
TERSANGKA NARKOBA: Para kurir dan pengedar narkoba saat gelar perkara di kantor Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah, kemarin.ADITYO DWI/RADARSEMARANG.ID,
TERSANGKA NARKOBA: Para kurir dan pengedar narkoba saat gelar perkara di kantor Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah, kemarin.ADITYO DWI/RADARSEMARANG.ID,

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG- Peredaran narkoba yang dikendalikan dari dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) tak pernah ada habisnya. Kali ini, petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah berhasil menangkap tiga orang berperan sebagai kurir dan pengedar daun ganja. Dua lainnya merupakan narapidana, tak lain sebagai pengendali peredaran ganja.

Tiga pengedar ganja tersebut adalah Bodan Saputra (BS), 24; Joseph Frangky Christian (JFC), 20, dan IM, 17, yang statusnya peserta kejar paket C di Kota Semarang. Ketiganya warga Pusponjolo Tengah, Semarang Barat. Barang bukti yang berhasil diamankan dari ketiga tersangka berupa paketan daun ganja kering sebanyak 5 kg.

Pengungkapan kasus ini berawal adanya informasi BNN Provinsi Sumatera Utara tentang pengiriman paket ganja menuju Semarang, Senin (18/3) lalu. Paket ganja tersebut dikirim melalui PT Pos Indonesia. Berbekal informasi itu, petugas BNNP Jateng langsung bergerak melakukan pengintaian terhadap orang yang pengambil paketan tersebut di Kantor Pos di Kota Semarang.

“Ganja dikirim ke Semarang yang disamarkan dalam bentuk paket dan dikirim melalui pos, turun di Kantor Pos Erlangga,” ungkap Kepala BNNP Jateng Muhammad Nur saat gelar perkara di Kantor BNNP Jateng, Rabu (20/3) kemarin.

Saat dilakukan pengintaian di sekitar kantor Pos Indonesia Jalan Erlangga, datanglah dua orang yang hendak mengambil paketan tersebut. Hingga akhirnya, petugas melakukan penangkapan terhadap keduanya, yakni tersangka BS dan IM, sekitar pukul 10.00. Setelah diinterogasi, keduanya dibawa ke Kantor BNNP Jateng, untuk dilakukan pemeriksaan dan pengembangan lebih lanjut.

“Dari keterangan BS dan IM, keduanya mengaku disuruh JFC, dan dijanjikan sejumlah uang untuk upah,” katanya.

Petugas pun langsung memburu tersangka JFC dan berhasil menangkap di tempat kerjanya tidak jauh dari rumah tinggalnya. Barang bukti yang berhasil diamankan sebuah handphone. Hasil dari pemeriksaan, lagi-lagi barang tersebut memiliki jaringan dengan narapidana yang mendekam di Lapas Kelas 1A Kedungpane, Semarang.

“Petugas BNNP selanjutnya berkoordinasi dengan pihak Lapas Kedungpane untuk mengamankan napi tersebut,” jelasnya.

Napi tersebut diketahui bernama Bambang Setioko Priyambodo, 28, sebagai pengendali. Bambang menjalani proses hukuman di kasus yang sama. Terkait tersangka IM, Kepala BNNP Jateng mengatakan penanganan proses penyidikan mengacu pada Undang-Undang Perlindungan Anak.

“Untuk tersangka IM, karena masih anak bawah umur, proses penyidikan akan mengacu Undang-Undang tentang Sistem Peradilan Pidana Anak,” katanya.

Di waktu yang sama, BNNP Jateng juga berhasil menangkap pengedar ganja. Ironisnya, pelaku yang ditangkap adalah Rangga Laksana, 32, napi penghuni Lapas Ambarawa. Barang bukti yang berhasil diamankan adalah paket ganja seberat 1,2 kg. Rangga mendekam di lapas akibat kasus sama.

“Jadi, ada dua pengungkapan kasus. Semuanya ganja. Satu dikendalikan oleh warga binaan Lapas Kedungpane, satunya Lapas Ambarawa,” ujarnya.