Pembagian Lapak Diintimidasi Preman, Ditemukan Petasan

42
BIKIN KACAU: Warga menunjukkan petasan berukuran sedang saat pembagian lapak Pasar Tambaklorok, kemarin.EKO WAHYU BUDIYANTO/RADARSEMARANG.ID,
BIKIN KACAU: Warga menunjukkan petasan berukuran sedang saat pembagian lapak Pasar Tambaklorok, kemarin.EKO WAHYU BUDIYANTO/RADARSEMARANG.ID,

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG- Pembagian lapak pedagang Pasar Tambaklorok oleh Dinas Perdagangan Kota Semarang, Rabu (20/3) kemarin, diwarnai ketegangan. Ini setelah salah seorang warga setempat menemukan bahan peledak berupa petasan ukuran sedang di salah satu kios Pasar Tambaklorok. Petasan tersebut kali pertama ditemukan Joko, 51, warga Tambaklorok. Awalnya ia mencurigai benda seperti petasan tersebut diletakkan di kios bangunan pasar. Setelah didekati memang benar, itu adalah petasan yang masih aktif. Khawatir terjadi sesuatu, ia lantas menyerahkan petasan tersebut kepada petugas Dinas Perdagangan Kota Semarang.

“Takutnya ini untuk membuat pembagian lapak kacau. Karena memang banyak pihak yang berusaha menguasai pedagang di sini, apalagi belum ada paguyubannya,” ujar Joko kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Informasi yang diperoleh di lapangan, sebelumnya memang beredar kabar akan banyak preman yang datang dalam pembagian lapak di Pasar Tambaklorok. Kabar tersebut ternyata benar adanya. Sejumlah preman didapati berkali-kali mencoba mengintimidasi petugas Dinas Perdagangan Kota Semarang saat pembagian lapak. “Kemungkinan tujuannya untuk menguasai lapak. Di sini kan belum ada paguyubannya,” katanya.

Tak ayal, proses pembagian lapak pun menjadi kisruh. Meski tidak sampai baku hantam, namun adu mulut antarpedagang dan intimidasi preman ke petugas dinas terus terjadi. Awal kekisruhan terlihat saat pembagian lapak kios di lantai satu. Preman beberapa kali mengintimidasi petugas Dinas Perdagangan dalam pembagian kios. Aparat kepolisian tanpa seragam langsung mengamankan beberapa orang yang diduga preman tersebut.

Adapun lantai satu pasar ini akan difungsikan untuk pedagang ikan basah dan daging. Di lantai satu, tepatnya di belakang kios, tidak sengaja warga menemukan petasan berukuran sedang. Diperkirakan daya ledak petasan tersebut akan semakin mengacaukan pembagian lapak. Petasan itupun langsung diamankan oleh petugas dari kepolisian. Kericuhan kembali terjadi saat pembagian lapak di lantai dua. Lantai ini nantinya akan fungsikan untuk pedagang sayur dan sembako.

Pedagang dari luar Tambaklorok yang belum mendapatkan lapak terlihat beberapa kali protes kepada petugas Dinas Perdagangan. Bahkan mereka beberapa kali terlibat cekcok mulut dengan pedagang asli Tambaklorok.

Kepala Dinas Perdagangan Fajar Purwoto mengatakan jika dalam pembagian kios dan lapak tetap mengutamakan pedagang asli Tambaklorok. “Baru setelah warga asli sini, dan warga luar baru bisa kita bagi,” ujar Fajar.

Untuk intimidasi dari orang diduga preman kepada petugas Dinas Perdagangan tak dipungkiri oleh Fajar. “Memang benar, tetapi beberapa sudah diamankan, besok (preman) pasti lebih banyak lagi yang datang,” katanya.

Fajar memaklumi dengan adanya sedikit kericuhan yang terjadi saat pembagian lapak. Hal itu dikarenakan sampai sekarang belum ada paguyuban yang mewadahi para pedagang pasar tersebut. “Mereka (pedagang) kan awalnya warga lokal yang berdagang di pinggir-pinggir jalan Tambaklorok, lalu kita lokalisir ke dalam sini,” ujarnya.