Lulusan SMF, Dulu AA, Kini TTK

52
TINGKATKAN KUALITAS : Pengurus PAFI Cabang Semarang berkomitmen meningkatkan kualitas tenaga teknis kefarmasian. ISTIMEWA
TINGKATKAN KUALITAS : Pengurus PAFI Cabang Semarang berkomitmen meningkatkan kualitas tenaga teknis kefarmasian. ISTIMEWA

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG-Tenaga kesehatan farmasi yang merupakan lulusan SMF atau SMFK, dulu bernama Asisten Apoteker (AA). Kini berubah menjadi Tenaga Teknis Kefarmasian (TTK) dengan kualifikasi minimal D3.

Ketua Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) Pengurus Cabang Semarang, Sri Suwarni M.Sc, Apt mengatakan kompetensi dan kualifikasi tenaga kesehatan ini sesuai dengan kebutuhan pelayanan kesehatan.

“Ini upaya kami, agar kualitas tenaga kesehatan meningkat, sehingga tingkat pelayanan kesehatan di masyarakat turut terangkat,” ungkap Sri Suwarni yang juga humas Akfar Nusaputera Semarang ini.

Suwarni menambahkan, apabila AA tidak melakukan pendidikan lanjutan, maka statusnya akan berubah menjadi ATK yang tidak akan lagi mendapatkan Surat Tanda Registrasi Tenaga Teknis Kefarmasian (STRTTK). Karena itu, PAFI menjembatani dengan program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Program ini merupakan pengakuan atas capaian
pembelajaran seseorang yang diperoleh dari pendidikan formal atau nonformal dan pengalaman kerja ke dalam pendidikan formal.

“RPL adalah program percepatan pendidikan dengan masa kerja cukup lama melalui pengakuan pengalaman kerja sehingga masa perkuliahan menjadi lebih pendek,” tandasnya.
Meski mengaku sejak Januari 2019 telah launching program baru yaitu pemutakhiran data untuk pendataan tingkat pendidikan, sebagai bahan usulan pelaksanaan RPL di Jawa
Tengah, namun dirinya meminta kepada seluruh alumni untuk bisa konfirmasi ke sekertariat PAFI PC Semarang.

“Konfirmasi ke kampus Akfar Nusaputera Semarang di Jalan Medoho, agar standar kompetensi tenaga teknis kefarmasian semakin meningkat,” pungkas Suwarni. (sls/ida)