Lebih Dekat dengan Komunitas Young On Top (YOT) Semarang

Tebar Inspirasi untuk Meraih Sukses di Usia Muda

85
MANDIRI: Sebagian anggota Komunitas YOT Semarang saat melakukan pertemuan.Dokumen Pribadi
MANDIRI: Sebagian anggota Komunitas YOT Semarang saat melakukan pertemuan.Dokumen Pribadi

Masa muda adalah masa mencari jati diri. Hal itulah yang membuat anak muda masih mencari bakat dan skill yang mereka punya untuk persiapan masa depan. Hal itulah yang coba dibantu oleh Komunitas Young On Top Semarang untuk menemukan skill dari para pemuda yang ingin menemukan keahlian. Seperti apa?

DEWI AKMALAH

RADARSEMARANG.ID, YOUNG On Top (YOT) adalah organisasi kepemudaan yang lahir, karena terinspirasi dari sebuah buku yang ditulis oleh Billy Boen terbitan April 2009. Dalam buku tersebut menginspirasi anak muda untuk sukses di usia muda. Selain itu, juga memilki visi untuk memberikan pengabdian kepada masyarakat. Hal ini jugalah yang mendasari dibentuknya Young On Top Semarang.

Selama perjalanannya hingga sekarang, YOT telah berkembang menjadi sebuah perusahaan dan komunitas anak muda di 23 kota di Tanah Air dengan jumlah anggota lebih dari 500 ribu orang. YOT Semarang adalah salah satunya. Berdiri sejak 2014, YOT Semarang hadir untuk membantu menemukan skill atau keahlian bagi generasi muda untuk siap memasuki dunia kerja. Di Semarang sendiri
sekarang memilki 40 anggota dengan 12 pengurus inti.

“YOT memiliki 5 pilar yang mendasari seluruh kegiatan, yaitu catalys (pendidikan), energy (kesehatan), green (lingkungan hidup), social (sosial), dan entrepreneurship (kewirausahaan).” ujar Valentino R. Rudisca, Wakil Direktur Divisi Marcom YOT Semarang kepada Jawa Pos Radar Semarang.

YOT Semarang sendiri memiliki sususan organisasi inti, yakni ketua, wakil, divisi marcom, divisi PGA, bendahara dan sekretaris. Pengurus inti tersebut memiliki masa jabatan 1 tahun. Dalam menjalankan setiap program, mereka akan dibantu oleh puluhan PIC pada masing-masing pilar dan project officer pada setiap program. Untuk menjadi anggota, tidak ada syarat khusus. Yang
terpenting adalah mempunyai keinginan terus tumbuh dan berkembang mengembangkan ide kreatif untuk menggapai sukses di usia muda.

“ Yang menjadi anggota kebanyakan usia SMA dan mahasiswa. Proses seleksinya tetap ketat, pertama dilakukan pemilahan berkas, wawancara, kemudian akan dipertemukan pada first meet, yaitu perkenalan sesama anggota dan pengenalan program serta peresmian menjadi anggota,” bebernya.

Banyak kegiatan yang dilakukan oleh YOT Semarang. Tiga program utama YOT Semarang adalah love donation, YOTShare dan connext. Penempatan anggota dalam program tersebut disesuaikan dengan apa yang dibutuhkan anggota untuk berkembang. Misalnya, jika si A tidak memiliki kemampuan berbicara yang baik, mereka akan dimasukkan untuk menangani bagian marcom agar kelak bisa belajar berbicara pada khalayak umum dan melatih skill berbicara.

“Justru semakin tidak bisa, semakin kita terjunkan dalam hal yang tidak ia bisa tersebut. Seperti orangnya tidak pernah tepat waktu saat rapat, dia akan dijadikan divisi event pada suatu program, sehingga dia dapat belajar me-manaj waktu yang baik. Bukan untuk membebani dia, tapi untuk melatih agar dapat belajar skill baru,” ujarnya.