Genjot Wisata, Targetkan 100 Desa Per Tahun

25

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG–Pemprov Jateng diminta terus memaksimalkan potensi desa wisata. Sebab, Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Peraturan Daerah tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Jateng 2018-2023 menargetkan 100 desa setiap tahunnya dikembangkan menjadi wisata baru di Jateng.

“Potensi wisata ini sangat besar. Satu tahun minimal 100 desa bisa akselerasi menjadi pengembangan wisata berbasis kawasan pedesaan di Jateng,” kata anggota Komisi D DPRD Jateng, Abdul Aziz.

Ketua Pansus RPJMD Provinsi Jateng 2018-2023 ini mengaku mendukung penuh sektor pariwisata dan harus ada target terwujudnya ambisi Jateng terbaik kedua setelah Bali.

Karena di Jateng, potensi wisata sangat besar tinggal dikelola dengan maksimal agar semua potensi tersebut bisa lebih maksimal. “Potensi wisata satu desa dengan desa lain berbeda, ini yang menarik dan harus dikembangkan,” tegasnya.

Abdul Azis menambahkan, Pansus merekomendasikan agar Bantuan Keuangan kepada kabupaten/kota dan desa sebesar Rp 100 miliar/tahun dimasukkan dalam skema penguatan sektor pariwisata. Dengan begitu, secara otomatis semua akan tergarap maksimal dan bisa menyokong perekonomian masyarakat perdesaan. “Sementara untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam pengembangan kawasan desa wisata, Pansus memutuskan untuk meningkatkan kegiatan pelatihan bagi pengembangan desa wisata sejumlah 100 desa/tahun melalui belanja langsung OPD terkait,” tambahnya.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Jateng, Yudhi Sancoyo tidak menampik jika banyak wisata yang terabaikan di Jateng. Untuk itu, butuh inovasi lebih, agar apa yang dimiliki Jateng memberikan manfaat untuk masyarakat. “Ini pekerjaan besar yang harus diselesaikan, bagaimana mengoptimalkan potensi wisata,” katanya.

Pemprov Jateng harus terus berinovasi dan memaksimalkan pengelolaan desa wisata di Jateng. Ia menilai pengelolaan budaya masyarakat, alam, wisata buatan, kerjasama, dan peran pemprov harus sinergis agar bisa terealisasi dan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan ke Jateng. Tidak hanya wisata alam, wisata kuliner juga harus dimaksimalkan. “Masyarakat harus ikut berpartisipasi dan dilibatkan secara langsung dalam pengelolaannya. Kami berharap, masyarakat Jateng bisa gotong royong agar potensi wisata bisa memberikan manfaat untuk masyarakat,” tambahnya. (fth/ida)