Disapu Angin Kencang, Rumah Warga Roboh

28
BENCANA : Kondisi rumah yang rata dengan tanah akibat terjangan angin kencang di Candi Losmen RT 1 RW 9, Candi, Candisari Kota Semarang, Rabu (20/3) kemarin.MARIA NOVENA/RADARSEMARANG.ID,
BENCANA : Kondisi rumah yang rata dengan tanah akibat terjangan angin kencang di Candi Losmen RT 1 RW 9, Candi, Candisari Kota Semarang, Rabu (20/3) kemarin.MARIA NOVENA/RADARSEMARANG.ID,

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG-Rumah milik Siti Yanti, warga Candi Losmen RT 1 RW 9, Candi, Candisari Kota Semarang roboh akibat terjangan angin kencang. Kondisi rumah bagian belakang rata dengan tanah, namun bagian depan masih tampak kokoh.

Musibah tersebut terjadi pagi hari tepat pukul 08.15. Rumah ini sudah berdiri sejak 35 tahun. Siti Yanti menceritakan angin kencang mengobrak-abrik rumahnya selama 15 menit. Rumahnya yang roboh kira-kira berukuran 6×10 meter yang terbuat dari kayu. Ketika kejadian ada tiga orang yang berada di rumah di antaranya Siti Yanti, Putri, dan Rohadi.

“Kejadian pukul delapan seperempat, saya mendengar suara gaduh. Saya cek sambil takut, saya lihat sendiri mirip angin lesus kenceng sekali, langsung bunyi breg atap tengah jatuh,” ceritanya pada Jawa Pos Radar Semarang, di kediamannya yang sudah rata dengan tanah, Rabu (20/3) kemarin.

Diceritakan juga bagian yang terparah justru di belakang rumah. Meski begitu, keberuntungan masih dirasakan Siti, karena tidak ada korban jiwa akibat musibah ini. Meski tidak ada barang yang bisa diselamatkan.

“Saya tidak tahu perasaan saya, seperti ada yang memberikan informasi kalau akan ada kejadian di keluarga. Saya pun tidak bekerja malamnya, hingga pagi tadi. Ternyata benar ada kejadian angin kencang di rumah saya,” papar Siti yang bekerja sebagai buruh warung dengan raut wajah sedih.

Menurut Ketua RT 1 RW 9 Candi Candisari Warsoyo, pihaknya sudah menghubungi Dinas Sosial Pemkot Semarang atas musibah tersebut. Dirinya juga mengupayakan membantu warganya. “Sudah saya hubungi dinas terkait hingga PLN. Kami baru bisa evakuasi rumah besok Jumat, karena saat ini masih ada arus listrik. Kami harus menunggu PLN dulu,” jelasnya. (cr5/ida)