Anggarkan Dana Rp 1 Triliun Bangun Seribu BLK di Ponpes

74
APRESIATIF : Menakertrans RI M Hanif Dhakiri didampingi Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat berdialog tentang proses produksi jamu dan sistem kepegawaian yang diterapkan Sido Muncul, Rabu (20/3) kemarin. TRI SUTRISTYANINGSIH/RADARSEMARANG.ID,
APRESIATIF : Menakertrans RI M Hanif Dhakiri didampingi Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat berdialog tentang proses produksi jamu dan sistem kepegawaian yang diterapkan Sido Muncul, Rabu (20/3) kemarin. TRI SUTRISTYANINGSIH/RADARSEMARANG.ID,

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG-Pemerintah dalam upaya meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) menyiapkan dana Rp 1 triliun untuk membangun 1. 000 Balai Latihan Kerja (BLK) di pondok-pondok pesantren di Indonesia. BLK ini untuk meningkatkan kualitas SDM pondok pesantren.

Hal itu disampaikan Menteri Tenaga Kerja (Menaker) RI, Hanif Dhakiri saat mengunjungi pabrik Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul di Pabrik Bergas, Kabupaten Semarang. Karena itu, pemerintah tahun 2019 ini juga akan melatih 526 ribu tenaga kerja untuk meningkatkan keahlian (skill) sesuai dengan bidang masing-masing.

“Peningkatan skill ini sangat penting dalam upaya menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran di Indonesia, sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat,” tegas Hanif Dhakiri di sela-sela kunjungan ke pabrik Sido Muncul, Rabu (20/3) kemarin.

Hanif sangat mengapresiasi SDM di Pabrik Sido Muncul sudah sangat baik. Namun soal tenaga asing, dijelaskan aturannya sangat ketat. Bahkan perusahaan yang mempekerjakan orang asing dikenai pajak kurang lebih Rp 1,5 juta perorang untuk setiap orang asing yang dipekerjakan. Sedangkan jumlah pekerja asing di seluruh Indonesia saat ini, hanya 95 ribu orang. Jumlah ini sangat kecil. Dari jumlah tersebut, 30 persennya dari China.

“Sido Muncul sudah memiliki kompetensi karyawan dan sudah ada standarisasinya, seperti pelatihan dan lainnya. Pengelolaan SDM yang baik tentu akan berimbas pada perusahaan, karena karyawan merupakan investasi. Saya berharap apa yang dilakukan Sido Muncul dapat ditiru perusahaan lain,” ujarnya.

Secara terpisah Direktur PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, Irwan Hidayat menyatakan bahwa karyawan merupakan aset paling berharga. Pasalny, perusahaan tidak akan bisa berjalan dengan baik tanpa karyawan. Untuk itu, dibutuhkan komitmen tinggi setiap karyawan dalam upaya memajukan perusahaan.

Saat ini, Sido Muncul memiliki 2.800 karyawan. Dari jumlah tersebut, 55 persen di antaranya perempuan. Ada juga 400 pekerja borongan. Selain gajinya di atas normatif, seluruh karyawan diikutkan BPJS. Ditambah hal-hal yang tidak normatif, seperti uang makan dan uang transport.

“Sido Muncul memiliki koperasi dalam mendukung kesejahteraan karyawan. Koperasi beranggotakan 2000 orang dengan aset hingga Rp 15 miliar. Keuntungan tahun lalu tercatat Rp 2,6 miliar,” ungkap Irwan. (tya/ida)