Waspadai Wilayah Semarang Utara dan Banyumanik

53
ANTISIPASI RICUH: Simulasi pengamanan saat pencoblosan Pilpres dan Pileg yang digelar di lapangan kompleks Akademi Polisi (Akpol) Semarang, kemarin. (ADITYO DWI/RADARSEMARANG.ID)
ANTISIPASI RICUH: Simulasi pengamanan saat pencoblosan Pilpres dan Pileg yang digelar di lapangan kompleks Akademi Polisi (Akpol) Semarang, kemarin. (ADITYO DWI/RADARSEMARANG.ID)

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG- Pelaksanaan pencoblosan di salah satu Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kota Semarang mengalami gejolak. Sempat terjadi kerusuhan hingga aksi beringas. Petugas keamanan dari kepolisian yang berada di lokasi terpaksa mengambil tindakan tegas terhadap dua orang yang diduga sebagai otak kerusuhan.

Beruntung, dari kepolisian dan TNI serta petugas lain berhasil meredakan situasi. Hingga akhirnya kerumunan massa dapat dibubarkan dan kembali ke rumah masing-masing. Begitu juga proses pencoblosan sampai penghitungan suara kembali berjalan aman dan kondusif. Diketahui insiden ini merupakan simulasi pengamanan untuk pelaksanaan pada pengamanan Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres), 17 April 2019 mendatang. Simulasi pengamanan ini melibatkan berbagai unsur, yakni kepolisian, TNI, Satpol PP, PMI, hingga Dinas Kebakaran.

Wakapolrestabes Semarang AKBP Enriko Silalahi mengungkapkan, kegiatan simulasi dilakukan sesuai arahan Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abioso Seno Aji yang menyampaikan bahwa sebelum pelaksanaan pada rapat umum dituntut untuk mengadakan pelatihan. Tujuannya, supaya tugas pengamanan Pilpres dan Pileg di TPS sudah dalam keadaan siap.

“Karena tahun ini tentunya berbeda dengan pengamanan pada 2014, di mana kotak suara yang di tahun 2019 mengalami penambahan. Ini perlu kita antipasi kotak suara yang ada di TPS-TPS,” ungkapnya usai simulasi di lapangan kompleks Akademi Polisi (Akpol) Semarang, Selasa (19/3).

Enriko menjelaskan, pada hari sebelum pelaksanaan pencoblosan, petugas keamanan juga melakukan kegiatan patroli di objek-objek vital maupun tempat rawan. Patroli ini dilakukan baik sebelum maupun hingga hari H pencoblosan. “Nanti dua hari sebelum coblosan petugas kita setting di TPS masing-masing. Jadi nanti sudah tahu di mana TPS-nya, dan KPPS-nya.

Enriko membeberkan, bahan kotak suara berbeda dengan pemilu 2014, dan untuk sekarang keuntungannya adalah ringan, sehingga lebih mudah untuk mobilitas. Menurutnya, Polri terus melakukan pengawalan dan penjagaan setiap pergerakan kotak suara. Sehingga diharapkan pada saat kembali maupun dibawa ke TPS nantinya tidak ada kendala. “Surat suara itu kan nanti sudah sampai pada satu hari sebelumnya, dan nanti kita lakukan pengawalan dari PPS menuju ke TPS,” bebernya.

Terkait wilayah yang diwaspadai, Enriko menjelaskan pada pemilihan tahun sebelumnya kerawanan berada di wilayah Semarang Utara, termasuk Banyumanik. Sedangkan wilayah lain masih kategori aman dan terkendali.

“Jadi, nanti kita lihat flashback ke belakang, history yang ada, tentunya dilakukan langkah-langkah. Sehingga tanggal 17 April nanti tidak ada permasalahan menonjol di tempat tersebut,” harapnya.

Pihaknya juga mewaspadai kerawanan terjadinya money politics. Menurutnya, hal tersebut seringnya terjadi menjelang pagi di saat sebelum masyarakat datang ke TPS. Meski demikian, pihaknya terus mengimbau kepada masyarakat yang menyalurkan hak suaranya dilakukan dengan hati nurani.