Telah Beraksi di 70 Lokasi, Menyaru Gila

Nikmati Hasil Kejahatan di Sunan Kuning

33
PURA-PURA GILA : Suhantoro yang telah beroperasi di 70 lokasi, akhirnya ditangkap petugas kepolisian. Kini tersangka dan barang bukti dibawa ke Mapolsek Semarang Barat, Selasa (19/3) kemarin. (M HARIYANTO/RADARSEMARANG.ID)
PURA-PURA GILA : Suhantoro yang telah beroperasi di 70 lokasi, akhirnya ditangkap petugas kepolisian. Kini tersangka dan barang bukti dibawa ke Mapolsek Semarang Barat, Selasa (19/3) kemarin. (M HARIYANTO/RADARSEMARANG.ID)

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG-Setelah berkali-kali lolos proses hukum tindak pidana pencurian, Suhantoro, 48, akhirnya dijebloskan ke penjara oleh Polsek Semarang Barat. Ironisnya, hasil kejahatannya selama ini, dimanfaatkan untuk berfoya-foya dengan perempuan di lokalisasi Argorejo Semarang Barat atau Sunan Kuning (SK).

Warga Kaliwungu, Kabupaten Kendal ini ditangkap atas kasus pencurian pada Juni 2018 lalu. Sebelum ditangkap, telah beraksi hampir 70 lokasi di wilayah Kota Semarang dan daerah lain, temasuk Kendal. Namun ia selalu bisa lolos dan berkilah kalau ia gila. Bahkan, saat ditangkap juga menunjukkan surat keterangan sebagai penderita gangguan jiwa atau biasa disebut kartu kuning.

“Begitu menunjukkan kartu kuning dan mengaku sakit jiwa, kami langsung membawa tersangka ke RSJ Amino Gondohutomo untuk dilakukan observasi. Observasi di rumah sakit 10 hari. Proses hukumnya lama karena hasil observasi tidak langsung keluar dan harus menunggu,” kata Kanit Reskrim Polsek Semarang Barat AKP Sutarno, saat gelar perkara di Mapolsek Semarang Barat, Selasa (19/3) kemarin.

Di tengah menunggu hasil observasi rumah sakit, penyidik Polsek Semarang Barat tidak menahan tersangka lantaran belum ada bukti kuat. Begitu hasil observasi rumah sakit keluar, Polsek Semarang Barat berkoordinasi dengan Polres Kendal berhasil mengamankan tersangka.

“Begitu hasil keluar langsung kami proses hukum. Hasil observasi dari rumah sakit menunjukkan bahwa perbuatan tersangka dapat dipertanggungjawabkan. Begitu kami tangkap, langsung koordinasi dengan jaksa dan dipastikan tersangka layak diproses hukum,” katanya.

Tersangka, setidaknya telah beraksi sekitar 15 kali di wilayah Kota Semarang, salah satunya di daerah Gedung Batu, Semarang Barat. Setiap kali beraksi, modus yang dilakukan tersangka adalah mencari kelengahan korban. Manakala tepergok warga, langsung berkilah meminta rokok, minum, atau lari. “Sudah banyak juga di wilayah Polsek lain, rata-rata tiap Polsek lima sampai enam kali,” jelasnya.

Terkait kasus ini, tersangka dikenakan Pasal 363 KUHP tentang pencurian juncto Pasal 65 KUHP. Ancaman hukumannya maksimal lima tahun penjara. “Hari ini tersangka juga akan kami limpahkan ke kejaksaan karena sudah P21,” pungkasnya.

Salah satu aksi Suhantoro yang dilaporkan ke polisi adalah pencurian sepeda motor di Jalan Sri Rejeki, Semarang Barat, pada 9 Juni 2018 lalu, pukul 00.30. Setelah itu, ia beraksi di sebuah rumah makan daerah Jalan Subali Raya, Krapyak sekitar pukul 01.30. Dua aksi di waktu berurutan itu, dilakukan setelah ia berfoya-foya di Resosialisasi Sunan Kuning. “Itu habis main di SK terus mencuri di sebelah SK,” katanya.

Dari puluhan aksi tersebut, tersangka Suhantoro berhasil mendapatkan berbagai barang curian. Mulai sepeda motor hingga dompet dan uang tunai. Dapat motor sama uang Rp 1 juta. Kalau dapat motor buat nampang sama cewek. Kalau dapat uang buat beli obat dan foya-foya atau pergi ke SK,” katanya. (mha/ida)