Sudah Tampil di Lima Kali SEA Games dan Dua Kali Asian Games

Serda Dini Mita Sari, Wisudawati Unnes yang juga Atlet Sepak Takraw Internasional

105
BANGGA : Dini Mita Sari bersama Rektor Unnes Prof Fathur Rokhman usai acara wisuda kemarin. (ADENNYAR WYCAKSONO/RADARSEMARANG.ID)
BANGGA : Dini Mita Sari bersama Rektor Unnes Prof Fathur Rokhman usai acara wisuda kemarin. (ADENNYAR WYCAKSONO/RADARSEMARANG.ID)

Parasnya cantik dan lemah lembut. Itulah sosok Dini Mita Sari yang Selasa (19/3) kemarin diwisuda sarjana Universitas Negeri Semarang (Unnes). Anggota TNI ini ternyata atlet sepak takraw yang berkali-kali mengharumkan nama Indonesia di ajang SEA Games maupun Asian Games.

ADENNYAR WYCAKSONO

RADARSEMARANG.ID, POSTUR tubuhnya tinggi semampai. Wajahnya ayu. Gadis yang akrab disapa Dini ini juga ramah dan murah senyum. Bersama 1.500 wisudawan lain, kemarin Dini menjalani prosesi wisuda. Ia selalu menebar senyum manis kepada siapa saja yang memberikan ucapan selamat. Dibalut dengan kerudung warna merah muda, Dini terlihat begitu anggun ketika namanya dipanggil ke atas panggung untuk menerima ijazah. Dara kelahiran Jepara, 13 Januari 1994 ini lulus dengan IPK 3,28.

Saat ini, ia adalah anggota TNI berpangkat Serda dan bertugas di Kodam IV/Diponegoro, Semarang, sebagai administrasi veteran (minvet). Selain itu, ia adalah seorang atlet sepak takraw yang berhasil mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Ia dan timnya meraih medali perunggu di ajang Asian Games 2018 Jakarta-Palembang tahun lalu.

“Saya sengaja masuk di jurusan olahraga, karena sejak kecil saya suka olahraga. Kemudian saya kuliah di Pendidikan Kepelatihan Olahraga (PKLO), Fakultas Ilmu Keolahragaan Unnes tahun 2015 lalu lewat jalur prestasi,” katanya saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang.

Putri kedua dari tiga bersaudara pasangan Sutikno, 57, dan Munawaroh ,51, ini mengaku jatuh cinta kepada sepak takraw sejak masih kecil. Singkat cerita, ada sebuah klub sepak takraw amatir yang dekat dengan rumahnya. Karena tertarik Dini pun ikut berlatih dengan klub tersebut. “Pelatih saya melihat saya punya bakat, akhirnya saya diikutkan turnamen dan masuk di diklat PPLP Salatiga sejak SMP kelas 1 sampai kelas 3,” kenangnya.

Selama kurang lebih tiga tahun di PPLP, bakat Dini pun kian terasah. Berbagai turnamen diikuti, mulai dari skala kecil sampai skala besar. Setidaknya sudah lima SEA Games dan dua kali Asian Games diikuti. Yakni, SEA Games 2009 Laos, SEA Games 2011 Indonesia, SEA Games 2013 Myanmar, SEA Games 2015 Singapura, hingga SEA Games 2017 Malaysia. Juga mewakili Indonesia pada Asian Games Guangzhou China 2014 dan Asian Games Jakarta-Palembang 2018. “Tahun 2009 di Laos, saya dapat perunggu. Asian Games kemarin dapat tiga perunggu. Lalu di Singapura satu perunggu dan Malaysia satu perak,” ujarnya.

Sebelum mewakili Indonesia, seorang atlet harus ikut seleksi terlebih dahulu. Setelah itu, mengikuti training centre (TC) yang dilakukan oleh kontingen Indonesia. Meskipun harus menguras waktu dan tenaga, bahkan mengorbankan kuliahnya, semua itu rela ia lakukan demi berjuang untuk bangsa dan negara. “Sebenarnya nggak susah sih, harus berlatih smash, salto dan lainnya kalau latihan. Kadang juga harus mengorbankan waktu kuliah kalau ikut TC,” katanya.