Staf Dishub Diperiksa Dua Jam

Kasus Pungli Jukir Liar

45

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG- Janji Tim Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Kota Semarang memeriksa staf Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang terkait dugaan pungli parkir liar dibuktikan. Senin (18/3) siang, pria berinisial P yang bertanggungawab terhadap perizinan parkir Kota Semarang diperiksa sekitar dua jam.

“Ya, untuk pengembangan kasus pungli ataupun pengambilan retribusi di atas ketentuan, kemarin (Senin) sudah dipanggil dari Dinas Perhubungan. Satu orang, inisialnya P, dia yang bertanggungawab terhadap perizinan parkir. Dia mengetahui titik parkir yang ada di wilayah Kota Semarang,” kata Ketua Satgas Saber Pungli Polrestabes Semarang AKBP Enriko Silalahi, Selasa (19/3).

Dikatakan, pihaknya terus melakukan penyelidikan dari barang bukti maupun para pelaku yang telah ditangkap. Hingga kini, jumlah pelaku yang ditangkap selama Maret 2019 sebanyak 30 jukir.

“Kalau pertama 21 tersangka jukir, sekarang ada sembilan tersangka sudah dilakukan proses pemeriksaan dan Tipiringnya. Dan tentunya kita evaluasi dan analisa tentang aksi-aksinya,” bebernya.

Wakapolrestabes Semarang ini menyebutkan, pada intinya dalam penentuan titik parkir yang ada di Kota Semarang termasuk di sekitaran Lapangan Pancasila Simpang Lima, belum memiliki data yang akurat. Sehingga perlu dilakukan penyelidikan lebih lanjut tentang masalah data jumlah titik lokasi parkir di Kota Semarang.

“Data yang diberikan itu masih belum akurat tentang lokasi titik parkir dan pengelola. Masih belum jelas kira-kira berapa yang sudah diberikan perizinan dan evaluasi dari Dinas Perhubungan,” katanya.

“Penyelidikan akan terus dilakukan yang ada di Kota Semarang supaya pada saat pelaksanaan maupun event-event yang ada di Simpang Lima dan sekitarnya, masyarakat ini betul-betul merasa aman dan nyaman dalam soal parkir maupun retribusi yang diberikan,” ujarnya.

Enrico kembali menjelaskan, para jukir yang ditangkap tersebut melanggar Perda terkait retribusi parkir. Mereka manarik retribusi menggunakan karcis, namun tidak sesuai ketentuan perda, Tarif parkir sepeda motor di atas Rp 3 ribu, sedangkan mobil sampai Rp 10 ribu.

“Hasil di lapangan ada (karcis) yang asli ada yang tidak. Ada juga yang nilai dicoret, diganti,” katanya.

Pihaknya akan terus mengembangkan kasus ini dengan maksud supaya perparkiran di Kota Semarang lebih jelas dan tertata. Bahkan, tidak menutup kemungkinan dari pihak Dishub Kota Semarang yang dipanggil lebih dari satu orang.

“Ada, kita tidak berhenti, kita sampai jelas cerita ini supaya nanti siapa yang bertanggungjawab? Siapa yang menerima akan kita evaluasi terus. Nanti kami akan koordinasi dengan wali kota tentang masalah ini,” bebernya.

Enrico enggan membeberkan nama dan jabatan petugas Dishub Kota Semarang yang telah dipanggil untuk dimintai keterangan. Begitu juga terkait pengembangan kasus ini nanti akan memanggil hingga sampai ke Kadishub, pihaknya menyampaikan menunggu hasil penyelidikan.