Delapan Lahan Hambat Proyek Kampung Bahari

64

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG- Hingga kini pembangunan Kampung Bahari Tambaklorok masih mengalami sejumlah kendala. Utamanya soal pembebasan lahan untuk pembangunan median jalan. Hal itu diakui oleh Site Manager Proyek Pembangunan Kampung Bahari Tambaklorok, Piter Sidabutar, Selasa (19/3).

Dijelaskan Piter, pembebasan lahan tersebut yang membuat proyek Kampung Bahari menjadi tersendat. Setidaknya masih ada delapan lahan yang belum dibongkar. Sehingga pengerjaan median jalan menjadi terhambat. “Kami hanya nunggu saja, begitu bebas langsung kami lanjutkan pekerjaannya,” kata Piter.

Seperti diketahui, proyek Kampung Bahari Tambaklorok sudah masuk dalam tahapan pembangunan median jalan. Pihaknya mengklaim jika pengerjaan ini sudah mencapai 80 persen. Selebihnya belum dikerjakan karena masih terdapat lahan yang belum bebas. Adapun posisi lahan yang belum bebas tepat berada di jalan poros, terutama berada di sisi timur jalan.

Selain pembebasan lahan, adanya para pedagang yang berjualan di pinggir jalan juga menjadi penghambat pembangunan jalan dan median. Hanya saja saat ini, pasar sudah bisa ditempati. Harapannya, para pedagang segera meninggalkan tempat jualannya yang berada di pinggir jalan.

Sebelumnya, pembangunan Pasar Tambaklorok yang satu paket dengan proyek Kampung Bahari memang dalam proses pengerjaan. Sehingga para pedagang tumpah ruah di pinggir jalan utama wilayah tersebut. Tentunya hal itu juga menghambat proses pengerjaan proyek. Setidaknya loading material bangunan menjadi terhambat lantaran keberadaan pedagang di pinggir jalan. Namun setelah Pasar Tambaklorok jadi, diharapkan mampu melokalisasi semua pedagang yang ada di pinggir jalan utama Tambaklorok.

Sampai sekarang Dinas Perdagangan Kota Semarang masih melakukan pengundian untuk lapak pedagang Pasar Tambaklorok. Pihaknya berharap proses pengundian akan lebih cepat, sehingga dapat segera mengurangi jumlah pedagang di pinggir jalan utama.

Konsep median jalan poros dibuat masing-masing lima meter untuk sisi kiri dan kanan. Sedangkan median jalan, pihaknya membangun selebar delapan meter. Median jalan ini akan digunakan untuk jalur pejalan kaki selebar dua meter. Juga untuk taman di sisi kanan dan kiri, serta shelter yang bisa dimanfaatkan untuk tempat istirahat. Sebanyak 14 shelter masih dalam proses pembangunan di sepanjang median jalan saat ini. Setiap shelter berisi tiga ruang.

Selain itu, di sepanjang jalan Kampung Bahari itu juga terdapat front gate, back gate, dan grand plaza. “Shelter ini nanti bisa untuk berjualan atau beristirahat. Tergantung masyarakatnya akan memanfaatkan untuk apa. Nanti akan kami beri kursi juga,” katanya.

Jika pembebasan lahan bisa rampung secepatnya, dia menargetkan April 2019, pembangunan jalan dan median jalan bisa selesai. Adanya kendala dalam pembebasan lahan tersebut juga diakui beberapa tokoh masyarakat setempat.

Salah satunya seperti yang diungkapkan tokoh masyarakat Tambaklorok, Zueb. Dikatakannya, dalam pembebasan lahan tersebut selama ini memang dilakukan oleh Pemkot Semarang. Untuk mempermudah dalam proses pembebasan lahan, Pemkot Semarang juga menggandeng tokoh amsyarakat untuk mempermudah dalam komunikasi dengan masyarakat setempat.