241 Produk Sido Muncul Bersertifikat Halal

Bentengi Persaingan Pasar Lokal dan Luar Negeri

40
SERTIFIKAT HALAL : Lukmanul Hakim dari MUI bersama Komisaris Utama Sido Muncul Sofyan Hidayat (kiri) dan Direktur Sido Muncul, Irwan Hidayat, menunjukkan sertifikat halal MUI, Selasa (19/3). (TRI SUTRISTYANINGSIH/RADARSEMARANG.ID)
SERTIFIKAT HALAL : Lukmanul Hakim dari MUI bersama Komisaris Utama Sido Muncul Sofyan Hidayat (kiri) dan Direktur Sido Muncul, Irwan Hidayat, menunjukkan sertifikat halal MUI, Selasa (19/3). (TRI SUTRISTYANINGSIH/RADARSEMARANG.ID)

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG-Majelis Ulama Indonesia (MUI) memberikan sertifikat halal untuk 241 produk Sido Muncul. Penerbitan sertifikat tersebut diharapkan semakin memberikan kepercayaan konsumen serta menjadikan produk bisa bersaing hingga pasar internasional.

Hal tersebut dikatakan Direktur Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika MUI Lukmanul Hakim disela Penyerahan Sertifikat MUI untuk 241 produk Sido Muncul, di Pabrik Sido Muncul
Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (19/3) kemarin. “Penerbitan Sertifikat Halal MUI bagi produk Sido Muncul ini, sudah melalui berbagai tahapan,” katanya.

Dijelaskan, produk Sido Muncul mengandung kearifan lokal yang harus didukung, terutama di dunia internasional. Sertifikat Halal ini selain meyakinkan konsumen, juga memberi kepuasan bagi konsumen serta memiliki keunggulan. “Saya sangat surprise bisa mengetahui proses pembuatan obat tradisional di Sido Muncul yang dikelola secara modern. Ini merupakan yang pertama saya
kunjungi. Mulai dari proses ekstraksi, uji laborat hingga produksi dan pengemasannya sudah layak masuk pasar internasional,” ujarnya.

Dijelaskan, kekayaan lokal dari produk jamu Sido Muncul ini harus dipertahankan dan diinternasionalkan. Terlebih dengan adanya UU yang mengatur produk halal dan mandatory halal, dimana semua produk yang masuk Indonesia harus bersertifikat halal. “Sido Muncul sudah siap segalanya. Produknya siap untuk menembus pasar internasional,” tegas Lukmanul Hakim.

Direktur PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. Irwan Hidayat mengatakan bahwa proses pengajuan sertifikat halal memang tidak mudah, memakan waktu hingga 8 bulan. Pasalnya, selain pemberkasan, seluruh produk juga dilakukan audit mulai dari proses hulu hingga hilir. “Untuk mendapatkan sertifikat halal ini, 50 karyawannya harus mengikuti training dan ujian lebih dulu,” ujar Irwan.

Irwan berharap dengan sertifikasi halal, produknya makin dipercaya konsumen dan bisa bersaing hingga manca negara. Produk-produknya yang telah tersertifikasi, akan segera diberi logo halal dan QR Code di setiap kemasannya. “Tidak hanya 241 produk, saya juga akan mengajukan puluhan produk lainnya untuk mendapatkan sertifikat halal. Karena total Sido Muncul memiliki 280-an produk,” tambah Irwan. (tya/ida)