Potong Jalur Peredaran Narkoba

61

RADARSEMARANG.ID, SALATIGA – Wilayah Salatiga yang berada ditengah Provinsi merupakan daerah lintasan bagi peredaran narkoba. Hal itu menjadi tantangan bagi aparat kepolisian untuk memotong jalur tersebut. Meski sejumlah kasus terungkap dengan tersangka tertangkap, namun tidak mengendorkan kewaspadaan aparat.

Hal itu disampaikan kapolres AKBP Gatot Hendro Hartono kepada wartawan disela gelar kasus di Pendopo Mapolres Salatiga, akhir pekan kemarin. “Kita terus berusaha memotong jalur – jalur peredaran narkoba itu. Kota Salatiga sering menjadi lintasan bagi para pengedar dalam mendistribusikan barang kepada pembelinya,” ujar Kapolres yang akrab dengan awak media ini.

Salah satu buktinya adalah tertangkapnya empat tersangka penyalahgunaan narkoba jenis sabu dan ganja yang digelar dalam kegiatan tersebut. Dalam kasus itu, tiga orang tersangka merupakan penjual, kurir dan pengguna yang ditangkap di Canden, Salatiga. Mereka adalah Juwarto, Musyafa dan Imam.

Barang bukti yang diketemukan dari ketiga tersangka ini antara lain sabu seberat 0.26, korek dan beberapa peralatan lain yang berkaitan dengan transaksi barang terlarang tersebut. “Dalam kasus ini, tersangka Imam memesan sabu kepada Juwarto dan Musyafa ini sebagai perantaranya,” jelas Kapolres.

Sedangkan satu tersangka lagi yakni Agus Sulistiawan, 34, warga Tingkir Salatiga, polisi mendapatkan barang bukti berupa tiga paket sabu dengan total seberat 1.56 gram, satu paket kecil ganja sebesart 2.90 gram, satu paket ganja dengan berat kotor 22.65 gram serta satu ikatan ganja kering dengan berat kotor 8 gram. Selain itu, sejumlah piranti yang diduga berkaitan dengan narkoba yakni timbangan digital dan bong juga ikut disita.

Tersangka Agus mengaku dirinya hanya kurir dari otak transaksi yang disebutnya masih berada didalam penjara. Pria yang tidak tamat SD ini menjelaskan, dirinya hanya mendapatkan instruksi melalui pesan singkat ditelepon untuk mengambil barang. Setelah mendapatkan barang, ia kemudian mengantar ke pemesan yang sudah ada alamatnya. “Saya hanya mengantar di tempat yang disebutkan. Misalnya di balik tempat sampah, pot bunga dan sebagainya,” jelas dia.

Para tersangka ini kini mendekam di sel tahanan Polres Salatiga dan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Polisi menjerat dengan aturan yang berlaku. (sas/bas)