Penjualan Handphone Turun 10 Persen

38
LESU : Salah satu pembeli sedang memilih handphone di SMS Shop Semarang, kemarin.ADENNYAR WYAKSONO/RADARSEMARANG.ID,
LESU : Salah satu pembeli sedang memilih handphone di SMS Shop Semarang, kemarin.ADENNYAR WYAKSONO/RADARSEMARANG.ID,

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG-Mendekati pemilihan umum (Pemilu), penjualam handphone di Kota Semarang mengalami penurunan penjualan sampai 10 persen. Meskipun beberapa pabrikan handphone banyak yang melakukan launching produk baru.

Marketing Communication SMS Shop Semarang, Myma Maya mengatakan jika penjualan handphone 3 bulan terakhir sedikit lesu. “Penjualannya sedikit menurun, mencapai 10-15 persen selama tiga bulan terakhir. Adanya produk baru tidak begitu berpengaruh pada penjualam handphone,” katanya Senin (18/9) kemarin.

Selain handphone, lanjut Myma, mayoritas toko ritel terutama elektronik mengalami penurunan penjualan. Namun dirinya yakin, kondisi ini akan berubah 180 derajat pascapemilu nanti. “Saat ini pembeli cenderung wait and see, mereka lebih memilih membeli elektronik ataupun smartphone setelah pemilu,” jelasnya.

Penurunan penjualan sendiri, lanjut Myma, terjadi pada segmen pasar handphone menengah ke atas dan ke bawah dengan range harga sekitar Rp 5 juta ke atas dan ataupun Rp 5 juta ke bawah.

“Setelah pemilu nanti penjualan akan kami genjot dengan event yang disertai promo, memanfaatkan momentum puasa dan Lebaran yang biasanya penjualam handphone meningkat,” tambahnya.

Selain event, pihaknya mengaku memperluas pangsa pasar dengan membuka outlet di daerah, misalmya daerah Demak yang belum lama ini diresmikan. Selain itu, SMS Shop juga berencana membuka satu outlet lagi di daerah Purwodadi. “Pasar Demak dan Purwodadi dinilai sangat menggiurkan, potensi pasarnya cukup besar untuk mendongkrak penjualan,” pungkasnya.

Alif Rizky mengaku lebih suka membeli handphone dengan harga sekitar Rp 3 jutaan, lantaran dinilai lebih terjangkau dan memiliki banyak pilihan. “Pilihannya lebih banyak, kalau harganya tidak mengalami perubahan meski tahun politik,” ucapnya. (den/ida)