Pantang Menyerah

99
Irna Maya Febriani/Sigit Andrianto/ RADARSEMARANG.ID,
Irna Maya Febriani/Sigit Andrianto/ RADARSEMARANG.ID,

RADARSEMARANG.ID, SETIAP orang pasti pernah mengalami masa sulit. Tinggal bagaimana menyikapinya. Hal itu pernah pula dirasakan Irna Maya Febriani. Mahasiswi Ekonomi Akuntansi Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) angkatan 2016 ini pernah berjualan tanpa pembeli di awal menjalankan bisnis online-nya. ”Iya pernah itu. Jualan sepi,” kata perempuan asli Semarang ini.

Memang sempat kecewa, namun tidak lantas Irna menyerah. Ia terus berusaha agar bisnis online-nya bisa tetap berjalan. ”Kalau berhenti, tidak akan ada kesempatan untuk melanjutkan bisnis. Masak berhenti di awal,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Ia memang berkeinginan agar bisnis pakaian online-nya bisa jalan. Ia terus berupaya karena berkeyakinan bahwa Tuhan tidak pernah berkata tidak untuk yang dia inginkan. ”Saat saya belum berhasil, Tuhan berkata tunggu, untuk sesuatu yang lebih indah,” kata dia.

Dengan keinginan dan keyakinannya ini, hingga kini ia tetap berusaha menjalankan bisnisnya. Ia memegang prinsip untuk jujur dan memperhatikan kualitas dari barang yang dijualnya.
”Jujur itu yang utama. Kemudian tetap semangat dalam menjalankan bisnis ini,” tandasnya.

Sistem COD pun ia tempuh agar tidak ada kekecewaan dari pembeli produk pakaian yang dijual.

Ia mengaku akan terus berusaha untuk mengembangkan bisnis online- nya. Karena ia yakin, hidup seperti roda. Kadang di atas, kadang di bawah. Ia berharap bisnisnya suatu saat bisa menempati
posisi di atas. ”Kalau saat ini masih berada di bawah, bukan berarti saya harus mengakhirinya,” ujarnya. (sga/aro)