Tigapuluh Ustadz TPQ Tak Lulus

101
LULUS PELATIHAN: Prosesi wisudawan 556 ustadz Badko TPQ Kota Semarang dihadiri Bahrul Fawaid, Ari Djoko Santoso, Muh Habib, dan Ateng Chozany Miftah. Diselenggarakan di aula Rumah Dinas Wali Kota Semarang kemarin. (Joko Susanto/RADARSEMARANG.ID)
LULUS PELATIHAN: Prosesi wisudawan 556 ustadz Badko TPQ Kota Semarang dihadiri Bahrul Fawaid, Ari Djoko Santoso, Muh Habib, dan Ateng Chozany Miftah. Diselenggarakan di aula Rumah Dinas Wali Kota Semarang kemarin. (Joko Susanto/RADARSEMARANG.ID)

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Sebanyak 30 ustadz Badko TPQ Kota Semarang tidak lulus dalam program program pendidikan di Lembaga Pelatihan dan Pengembangan Pendidikan Alquran (LP3Q). Sementara 556 ustadz yang lulus menjalani wisuda di aula Rumah Dinas Wali Kota Semarang kemarin.

Direktur LP3Q, Bahrul Fawaid, menyampaikan 30 ustadz yang tidak lulus karena kehadiran tidak penuh saat prosesi pelatihan dan administrasi belum lengkap. Dijelaskannya, sebelum diwisuda para ustadz tersebut telah mengikuti pendidikan kompetensi selama dua bulan. Ia juga menyampaikan, berdasarkan peraturan perundangan tentang pendidikan keagamaan non formal, pendidik Alquran harus memiliki kompetensi membaca Alquran dengan tartil dan menguasai teknik pengajaran Alquran.

“Itu adalah standar minimal yang harus dimiliki oleh seorang ustadz TPQ. Kami menyadari bahwa saat ini ada hal yang juga tidak kalah penting, yakni penekanan moral-akhlaq, dan penekanan ideology,”kata Bahrul Fawaid, kepada Jawa Pos Radar Semarang, Minggu (17/3).

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Semarang, Muh Habib, mengaku sangat bangga bisa terlaksanakanya agenda wisuda tersebut. Ia juga kagum karena ada wisudawan yang berusia 76 tahun, bahkan sangat aktif mengikuti kegiatan tersebut.
“Ini merupakan bukti bahwa soliditas, totalitas, dan keikhlasan ustadz TPQ dalam mengajar Alquran, kami sangat berharap kualitas dan profesionalitas ustadz TPQ bisa lebih meningkat dengan adanya LP3Q ini,”ujarnya.

Sementara Wali Kota Semarang diwakili oleh Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Kota Semarang, Ari Djoko Santoso, Ari Djoko Santoso, menyampaikan, tujuan utama belajar Alquran tidak hanya untuk dapat membaca Alquran, melainkan juga harus dapat memahami dan mengamalkan isi kandungan Alquran dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga menurutnya, LP3Q mempunyai peran yang sangat strategis untuk menjamin terpenuhinya standar kompetensi ustadz TPQ, terutama di Kota Semarang.

“Kami akan terus berusaha memperhatikan dan memfasilitasi semua kegiatan TPQ, serta lebih memperhatikan kesejahteraan para asatidz TPQ agar lebih baik lagi ke depannya,” tandasnya. (jks/zal)