Tanah Bengkok untuk Rusunawa

63
DIRESMIKAN : Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid saat akan menandatangani prasasti peresmian rusunawa di Kelurahan Wates Sabtu (16/3).PUPUT PUSPITASARI/RADARSEMARANG.ID,
DIRESMIKAN : Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid saat akan menandatangani prasasti peresmian rusunawa di Kelurahan Wates Sabtu (16/3).PUPUT PUSPITASARI/RADARSEMARANG.ID, DIRESMIKAN : Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid saat akan menandatangani prasasti peresmian rusunawa di Kelurahan Wates Sabtu (16/3).PUPUT PUSPITASARI/RADARSEMARANG.ID,

RADARSEMARANG.ID, MAGELANG – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) meresmikan enam rumah susun sederhana sewa (rusunawa) dan rumah khusus (rusus) di Kota Magelang, Kabupaten Magelang dan Kabupaten Temanggung Sabtu (16/3) pekan lalu. Peresmian ini terpusat di rusunawa Kelurahan Wates, Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang serta dihadiri perwakilan dari masing-masing daerah.

Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid mengatakan, kendala yang dihadapi dalam pembangunan rusunawa di daerah adalah ketersediaan lahan. Karena itu, ia mengapresiasi, pemerintah daerah yang ikut memecahkan persoalan ini. Ia memuji, Pemkot Magelang misalnya, menyediakan lahan berupa tanah bengok untuk dibangun rusunawa.

“Tanah bengkok ternyata bisa dijadikan aset membangun rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR),” kata Khawali usai meresmikan
rusunawa. Ia menyebutkan, pada hari yang sama, selain rusunawa di Kelurahan Wates, diresmikan pula rusun di Kelurahan Sanggrahan.

Kemudian di Kabupaten Magelang meliputi rusun Tamanagung, Kecamatan Muntilan; rusus mahasiswa STPP Tegalrejo dan rusus Pondok Pesantren API Tegalrejo. Sedangkan di Kabupaten Temanggung, rusun Manggong, Ngadirejo. Pada pembangunan rusunawa dan rusus kali ini, ia mengklaim meningkatkan kualitas bangunan, dan fasilitas di dalamnya. “Mebelernya bisa dilihat (seperti apa) dan sebagainya,” ungkapnya.

Seorang penghuni rusunawa, Eri Setyaningsih, 33, mengaku terbantu dengan adanya rusunawa di Kelurahan Wates tersebut. Sebelumnya ia tinggal bersama orang tuanya di Kampung Ngembik, Magelang Utara. Begitu mendengar informasi pembangunan rusunawa, ia bergegas untuk mendaftar.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Magelang, Windarti Agustina menyebutkan rusunawa tersebut dibangun dengan kualitas sangat baik. Spesifikasinya pun layaknya kondominium untuk masyarakat menengah ke atas. Ia menyebutkan salah satu fasilitasnya adalah lantai granit, kemudian kamar mandi yang dilengkapi shower dan kloset duduk.

Rusunawa Wates dibangun 1 tower, terdiri dari 4 lantai yang berisi 58 unit tipe 36 senilai Rp 14,9 miliar. Adapun harga sewa bervariasi, mulai Rp 300 sampai Rp 350 per unit per bulan. (put/lis)