Merawat Peradaban dengan Jurnalistik

45
BELAJAR MENULIS : Para siswa MA Futuhiyyah 1 Mranggen bersama guru pembimbing Gus Muhamad Ulin Nuha Maghfur dan jurnalis Jawa Pos Radar Semarang Wahib Pribadi usai pelatihan. (IST)
BELAJAR MENULIS : Para siswa MA Futuhiyyah 1 Mranggen bersama guru pembimbing Gus Muhamad Ulin Nuha Maghfur dan jurnalis Jawa Pos Radar Semarang Wahib Pribadi usai pelatihan. (IST)

RADARSEMARANG.ID, DEMAK-Merawat peradaban yang produktif menjadi tanggung jawab semua pihak, termasuk para pelajar. Salah satu cara adalah memperkuat tradisi jurnalisme di kalangan pelajar.

Demikian mengemuka dalam pembelajaran dan pelatihan jurnalistik siswa yang diselenggarakan Madrasah Aliyah (MA) Futuhiyyah 1 Mranggen di Aula Yayasan Ponpes Futuhiyyah kemarin. Pelatihan jurnalistik dibuka Kepala MA Futuhiyyah 1, KH Ali Makhsun, SAg, MSi didampingi guru pembimbing Gus Muhamad Ulin Nuha Maghfur, SAg, MSi serta jurnalis Jawa Pos Radar Semarang Wahib Pribadi selaku narasumber.

Gus Ulin menyampaikan, pelatihan jurnalistik bagi siswa tersebut diharapkan dapat memberikan bekal atau pengetahuan terkait dengan seluk beluk media massa.”Melalui pelatihan ini pula, para siswa dapat belajar bagaimana menulis berita jurnalistik yang baik dan benar,” kata Alumnus Institut Keislaman Hasyim Asy’ari (Ikaha) Tebuireng Jombang dan Pascasarjana UIN Walisongo Semarang ini.

Kepala MA Futuhiyyah 1 Mranggen, KH Ali Makhsun mengungkapkan, tradisi menulis bagi santri dan pelajar akan terus dilestarikan. Sebab, tradisi tersebut juga ditekuni oleh para ulama terdahulu. “Dengan bercermin dari para ulama terdahulu, maka tradisi menulis sangatlah penting. Melalui menulis itu pula, berbagai macam ide dan pemikiran dapat disampaikan kepada masyarakat. Menulis (jurnalistik) juga bisa menjadi sarana berdakwah,” katanya.

Sementara itu, wartawan Jawa Pos Radar Semarang, Wahib Pribadi mengungkapkan, untuk mengenali media massa secara utuh, maka perlu memahami tiga istilah dari jurnalisme, jurnalistik dan jurnalis. “Adapun teknis menulis jurnalistik bisa dipahami dari rumus 5 W 1 H. Menulis dengan teknis jurnalistik dapat memperkaya pengetahuan kita, termasuk jika kita ingin menulis features maupun artikel lainnya,” kata dia. (hib/sct/ton)