Jukir Liar Tarik Parkir Mencekik

Parkir Motor Rp 5 Ribu, Mobil Rp 10 Ribu

145

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG-Manajemen perparkiran di Kota Semarang masih banyak kebocoran. Terbukti, praktik parkir liar masih terjadi di mana-mana. Bahkan, di setiap event besar, selalu saja menjadi ajang para jukir liar untuk meraup uang sebanyak-banyaknya dengan mematok tarif parkir selangit.

Seperti saat kegiatan Apel Kebangsaan “Kita Merah Putih” yang berlangsung di lapangan Simpang Lima Semarang, Minggu (17/3) kemarin. Para juru parkir di sekitar kawasan Simpang Lima menarik biaya parkir yang mencekik. Untuk sepeda motor ditarik Rp 5 ribu, sedangkan mobil ditarik Rp 10 ribu.

Pungutan biaya parkir yang tidak sesuai ketentuan itu dialami Indra, warga Pekalongan yang datang ke Simpang Lima bersama rekan-rekannya. Saat itu, ia memarkir motornya di kawasan Taman Indonesia Kaya. Alangkah terkejutnya dia saat jukir di tempat tersebut menarik parkir Rp 5 ribu, dan minta dibayar di awal.

(M HARIYANTO/RADARSEMARANG.ID)
(M HARIYANTO/RADARSEMARANG.ID)

“Dalam hati ya kaget aja, begitu tukang parkirnya bilang bayarnya (parkir) sekalian, Mas, Rp 5 ribu. Pikir saya, semahal-mahalnya parkir motor ya paling Rp 3 ribu, lha ini Rp 5 ribu,” keluhnya saat ditemui di Simpang Lima, Minggu (17/3).

Indra sempat mengeluh kepada jukir yang menarik ongkos tersebut. Namun kurang mendapat respon positif. Bahkan, yang lebih menyedihkan adalah jika tidak mau membayar tarif tersebut, ia diminta pindah parkir di tempat lain. ” Padahal di situ sudah ada plang tarif parkir yang dipasang, sepeda motor cuma Rp 1000,” bebernya.

Selain Indra, kejadian serupa dialami Ivan, warga Kabupaten Semarang. Ia datang bersama anak dan istrinya untuk menyaksikan Apel Kebangsaan di Simpang Lima. Saat itu, mobil miliknya diparkir di lokasi sama, kawasan Taman Indonesia Kaya. Ia terkejut saat jukir menarik parkir Rp 10 ribu.

“Bayar Rp 10 ribu di awal, tapi tidak dikasih karcis parkir. Saya sempat protes, petugas parkir itu justru bilang kalau tidak mau parkir ya pindah di tempat lain saja,” katanya.

Menurutnya, momen besar seperti itu banyak dimanfaatkan para jukir liar untuk menarik tarif parkir tidak sesuai ketentuan. Ivan pun mengaku kecewa dengan penarikan parkir yang nilainya tidak lazim tersebut. “Menurut saya, tarif parkir itu tidak wajar. Memang acara-acara besar seperti ini dimana-mana sangat rawan. Yang acara kecil-kecilan saja ya ongkos parkirnya ada yang tidak sesuai, apalagi yang acara besar kayak gini,” ujarnya.

Selain di lokasi tersebut, penarikan ongkos parkir selangit juga terjadi di Jalan Pandanaran II, dekat Lapangan Tri Lomba Juang. Tarif parkirnya juga mencapai Rp 5 ribu untuk sepeda motor. “Jalan sudah ramai, macet ya akhirnya parkir situ meski bayar Rp 5 ribu. Pakai karcis, tapi buatan sendiri dari kertas ditulisi,” kata Prasetyo, warga Semarang.