Copet Marak, Polisi Amankan Remaja Mabuk

85

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG- Konser grup band Slank di Apel Kebangsaan di Lapangan Pancasila Simpang Lima Semarang, Minggu (17/3) pagi, dinodai aksi para copet. Setidaknya terdapat lima korban kejahatan ini. Mereka melapor di Pos Komando (Posko) Pengamanan Apel Kebangsaan di Pos Patwal Satlantas Polrestabes Semarang, persinya di ujung seberang jalan kawasan Simpang Lima. Mereka rata-rata menderita kerugian dompet berisi surat-surat berharga, termasuk uang tunai, dan handphone.

“Tadinya saya di tengah-tengah, karena desak-desakan saya geser ke arah panggung VIP. Saya ngerasa kok tas saya agak ringan, saya cek ternyata dompet saya sudah gak ada, dan saya lihat tas sudah robek,” ujar Lis, salah satu korban.

Selain Lis, korban lainnya H yang masih berusia 12 tahun. Ia datang bersama teman-teman sebayanya. “Tadi nonton di lapangan, tapi pas mau antar teman keluar dari lapangan, tas cangklong saya sudah sobek. Handphone-nya hilang. Merek Oppo,” kata siswa SD di Jomblang, Semarang ini.

Selain korban pencopaten, ada juga anak yang terpisah dengan temannya. “Pas lihat Slank, gak tahu kemana, tiba-tiba hilang (pisah),” kata, IH, gadis yang masih duduk di bangku kelas 3 SMP di Brebes.

Ia datang ke Semarang bersama sahabatnya naik bus. Bahkan untuk bisa mencapai Kota Semarang pagi hari harus bangun sebelum subuh. Meskipun menyimpan uang Rp 500 ribu, ia merasa panik lantaran kebingungan arah pulang Brebes.

“Berangkat pukul 03.00 pagi naik bus, berdua. Ini nggak tahu nanti pulangnya gimana, HP-nya dia (sahabatnya) gak aktif, HP saya lowbaterai,” ucapnya.

Kasus lain ditemukan tiga remaja yang ditangkap aparat kepolisian lantaran berbuat onar. “Iya Pak, kami mabuk,” ungkap salah satu remaja saat diinterogasi petugas di Pos Patwal Simpang Lima.

Ketiga remaja yang mengaku warga Semarang Tengah ini menenggak minuman beralkohol sebelum menuju lokasi Apel Kebangsaan di Simpang Lima. (mha/aro)