Spesialis Pembobol Rumah Kosong Dibekuk

1324
RESIDIVIS: Kapolres AKBP Gatot Hendro Hartono saat menanyai pelaku curat yang berhasil ditangkap jajaran reskrim Polres Salatiga.DINAR SASONGKO/RADARSEMARANG.ID,
RESIDIVIS: Kapolres AKBP Gatot Hendro Hartono saat menanyai pelaku curat yang berhasil ditangkap jajaran reskrim Polres Salatiga.DINAR SASONGKO/RADARSEMARANG.ID,

RADARSEMARANG.ID, SALATIGA – Dua orang berseragam tahanan warna biru berjalan tertatih. Satu orang yang mengenakan peci harus merangkul rekannya, agar bisa berjalan sampai di tempat duduk yang disediakan. Beberapa perban terlihat di kakinya yang menyebabkan dirinya kesakitan saat berjalan. Mereka adalah Zainudin, 41, warga Kutayasa, Madukara, Banjarnegara dan rekannya Iwan Purnama, 36, wargaPangauban, Ketapang, Bandung, Jawa Barat.

Keduanya ditangkap jajaran reskrim kepolisian resort Salatiga dengan kasus pencurian dengan pemberatan (curat) lantaran membobol rumah Aries Sigit Prasetyo, 47, Apartemen Cabean Indah Cabean Sidomukti, Salatiga pada 5 Maret lalu. Sejumlah barang berhasil digasak pelaku antara lain jam tangan koleksi antara lain merk Alexander Christie, kamera dan handycam, sejumlah lensa tele, emas 30 gram, laptop, tas hingga telepon genggam.

“Saya pura – pura mengetuk pintu rumah yang kelihatannya kosong. Jika tidak ada respon, maka akan di pastikan lagi. Tetapi jika ada penghuninya, maka pura – pura menanyakan alamat,” terang Zainudin saat menjelaskan caranya mencari mangsa dalam jumpa pers yang digelar kemarin siang.

Jika mangsa sudah didapat, maka pelaku akan mencongkel pintu dengan menggunakan linggis dan obeng yang sudah dipersiapkan. Mereka akan menggasak barang berharga apa saja yang diketemukan. Setelah berhasil, mereka kabur dan berpindah wilayah. Barang – barang itu akan dijual oleh Iwan kepada siapapun yang membutuhkan. “Kemarin laptop dijual Rp 1 juta dan handphone Rp 400 ribu,” imbuhnya.

Kapolres Salatiga AKBP Gatot Hendro Hartono menuturkan, setelah mendapatkan laporan dari korban pihaknya langsung melakukan identifikasi pelaku. Hal itu dilakukan dengan menggali informasi dari saksi warga sekitar lokasi. “Alhamdulillah, kami berhasil mendapatkan identitas pelaku dan segera kami kejar sampai Bandung dan berhasil ditangkap di Purbalingga,” terang Gatot kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Kedua pelaku dijerat dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman hingga tujuh tahun penjara. Dari pendalaman keterangan, keduanya selalu beraksi bersama dan sebelumnya telah dua kali tertangkap dalam kasus yang sama di Pemalang dan Jawa Barat. Kapolres menghimbau masyarakat untuk saling waspada dan berkomunikasi dengan tetangga apabila rumah yang didiaminya ditinggal pergi. (sas/bas)