Ratusan Guru TPQ dan Madin Terima Bantuan

72

RADARSEMARANG.ID, KENDAL – Sebanyak 500 guru Taman Pendidikan Qurand dan guru ngaji Madrasah Diniyah (Madin) menerima bantuan sembako dan uang dari Perusahaan Daerah (PD) BPR BKK Kendal. Bantuan diberikan langsung oleh Bupati Kendal, Mirna Annisa di Pendopo Agung Kendal.

500 guru madin dan TPQ yang menerima bantuan mberasal berada di wilayah jalan pantura, yaitu di Kecamatan Kaliwungu, Cepiring, Patebon, Gemuh, Brangsong dan Kendal. Bantuan berupa uang sebesar Rp 2000.000 kepada group rebana Syi’faul Qulub dari Desa Pidodo Kulon.

Bupati Mirna menyampaikan beberapa prestasi Kendal yang lebih baik selama dua tahun ini dengan berbagai penghargaan bahkan hingga juara satu tingkat nasioanal dari beberapa bidang. “Ini
sebenarnya memberikan contoh karakter-karakter manusia Kabupaten Kendal yang sangat baik, dan keinginan untuk maju luar biasa, saya yakin karakter ini terbangun karena ukhuwah islamiyah dan
ajaran-ajaran islam yang diajarkan oleh para ustad dan ustadah,” katanya.

Mirna mengapresiasi PD BPR BKK Kendal yang berusia 12 tahun saja sudah bisa berbagi kepada 500 orang guru Madin dan TPQ. “Saya yakin ulang tahun yang ke 13 pada tahun depan harapannya bisa berbagi kepada 1800 guru Madin dan TPQ,” tambah Bupati Mirna.

Mirna berharap BPR BKK Kendal bisa menjadi contoh bagi perusahaan-perusahaan lainnya yang nantinya bisa memberikan kontribusi dan memberdayakan masyarakat dalam lingkup yang besar. Sehingga bisa lebih menyejahterakan masyarakat Kabupaten Kendal. “Dari BKK Kendal kalau bisa harus mencarikan satu model berwirausaha, setidaknya yang mampu menjadi pijakan perekonomian skala mikro bagi individual,” pintanya.

Sementara itu, Direktur Utama PD BPR BKK Kendal, Mundolin selaku pelaksana kegiatan mengatakan, dengan adanya kegiatan ini semoga bisa menjadi pemantik bagi perusahaan dan lembaga lain untuk bergerak memberikan apresiasi kepada para guru Madin dan TPQ.

“Dalam momen ulang tahun kali ini yang menjadi semangat kami untuk berbagai kepada para guru TPQ dan Madin karena mereka orang-orang yang penuh perjuangan. Jika guru Madin dan TPQ berperan disisi agama, kami berperan disisi ekonominya sehingga sama – sama berperan untuk membangun kendal yang lebih baik,” ujar Mundolin. (bud/bas)