Proyeksikan 10 Perusahaan Lakukan IPO

38

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong perusahaan lebih memanfaatkan pasar modal. Selain bermanfaat dalam pengembangan usaha, juga memberikan pendampingan terhadap pembentukan obligasi daerah.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hoesen mengatakan bahwa dengan memanfaatkan pasar modal, perusahaan bisa memanfaatkan potensi sumber pembiayaan. Apalagi pasar modal merupakan alternatif utama bagi perusahaan yang membutuhkan pendanaan, khususnya untuk jangka panjang, sehingga lebih sesuai kebutuhan untuk pengembangan usaha.

“Menjadi perusahaan terbuka banyak keuntungannya, di antaranya peningkatan kredibilitas dan reputasi perusahaan, peningkatan valuasi nilai perusahaan, dan peningkatan kepatuhan good corporate governance,” katanya saat ditemui di Kantor OJK Regional 3 Jateng-DIJ, Kamis (14/3) kemarin.

Saat ini, lanjut dia, OJK mendorong pemerintah daerah (Pemda) untuk melakukan pematangan terhadap penerbitan obligasi daerah. OJK juga terus melakukan pendampingan. Kendati demikian, sampai saat ini belum ada yang menerbitkannya. “Jateng merupakan salah satu provinsi yang paling serius ingin menerbitkan obligasi daerah,” jelasnya.

Dengan penerbitan obligasi daerah, katanya, dalam pengembangannya harus dipilih proyek yang berpotensi memiliki banyak penghasilan seperti infrastruktur pariwisata maupun membangun rumah sakit. “Kalau Pemda mengeluarkan obligasi, investor yang membiayai merupakan warga lokal,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Inarno Djajadi menerangkan bahwa BEI memproyeksikan 10 perusahaan di Jateng melantai atau melakukan penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) di tahun 2019. “Khusus Jateng ada 10 perusahaan yang punya potensi, di antaranya dari bisnis properti, consumer goods dan hotel,” tambahnya.

Dengan go public, lanjut dia, akan memberikan manfaat tersendiri bagi perusahaan tersebut, yakni peningkatan kredibilitas dan reputasi perusahaan, pertumbuhan valuasi terhadap nilai perusahaan, serta perbaikan tingkat kepatuhan dan good corporate governance perusahaan dan lainnya. “Perusahaan akan diawasi langsung oleh regulator bagaimana keterbukaan yang dilakukan perusahaan tersebut,” ucapnya. (den/ida)