PKK Gandeng Tan Shot Yen Wujudkan Gizi Seimbang,

65
KOTA SEHAT : Seminar kesehatan untuk mendorong gizi seimbang digelar di lingkungan balai kota.Ist
KOTA SEHAT : Seminar kesehatan untuk mendorong gizi seimbang digelar di lingkungan balai kota.Ist

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Fenomena gaya hidup dan pola konsumsi yang akrab dengan berbagai makanan instan dan zat kimia dapat mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat Kota Semarang. Hal itu dikatakan oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kota Semarang, Krisseptiana Hendrar Prihadi, saat seminar kesehatan Jumat (15/3).

Dikatakan Tia, sapaan akrab Krisseptiana, dalam hal ini PKK Kota Semarang memang berkomitmen untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui edukasi dalam seminar kesehatan itu. “Karenanya, mari memaksimalkan peran kita baik sebagai istri dan ibu untuk ikut meningkatkan derajat kesehatamn keluarga dan masyarakat,” kata Tia.

Meski praktis, menurutnya, ada efek lain dari makanan instan dan kaya akan zat kimia tersebut. Budaya konsumsi makanan yang tidak sehat, tentu berdampak pada kesehatan. Sehingga dalam jangka
panjang, pola konsumsi yang salah di usia muda akan berpotensi memicu munculnya penyakit degenerative seperti diabetes militus (DM), jantung, hipertensi dan stroke.

Tak hanya itu, dirinya juga mengingatkan untuk meningkatkan asupan buah dan sayur serta mengurangi makanan instan sebagai salah satu pilihan hidup sehat dan bagian dari budaya PHBS dan Germas.

Pakar kesehatan sekaligus ahli gizi nasional, Tan Shot Yen, yang hadir pada seminar tersebut mengatakan bahaya kesalahan pola makan sehat, juga menyebabkan bahaya stanting bagi anak-anak.

Sehingga pentingnya pemenuhan gizi seimbang pada 1000 hari pertama anak. “Tak hanya membuat pertumbuhan terhambat, stanting juga menyebabkan perkembangan anak tidak optimal,” ujar Tan.

Lebih lanjut, ia juga menekankan bahwa tanah air ini telah menyediakan berbagai makanan sehat dari alam mulai dari sayur, buah berwarna-warni, ikan, protein nabati dan hewani lainnya. “Ingat, terigu tidak ditanam di tanah air kita, tetapi gandum,” katanya.

Dalam pola konsumsi, selain sehat juga harus bergizi seimbang. Tak hanya itu, menurutnya, semua makanan yang dikonsumsi juga harus menyesuaikan usia, aktivitas, gender. “Tidak hanya masalah
enak atau tidak, tetapi konsumsilah makanan yang dibutuhkan oleh tubuh,” katanya.

Untuk menyiapkan pola konsumsi makanan sehat dan seimbang, pentingnya membuat perencanaan menú. Dicontohkannya, santan bukan makanan yang harus benar-benar dihindari jika dikonsumsi secara terjadwal.

Menurutnya, santan kaya antioksidan yang dibutuhkan tubuh. Selain menyarankan santan alami alias yang asli dari parutan kelapa, DR. Tan juga mengingatkan untuk mengkonsumsinya secara terjadwal.

“Anda bisa menandai hari, misalkan Sabtu untuk jadwal makanan bersantan berarti ‘ketemu’ santan lagi Sabtu pekan depan. Kalau seperi ini Anda bisa makan santai sampai seumur hidup,” ujarnya. (ewb/zal)