Persaingan Ketat, Juri Sulit Tentukan Nomine

128
KUALITAS SEIMBANG : Sejumlah juri Lomba Kampung Hebat sedang berdiskusi untuk menentukan enam peserta yang akan maju ke tahap kedua.ADITYO DWI/RADARSEMARANG.ID,
KUALITAS SEIMBANG : Sejumlah juri Lomba Kampung Hebat sedang berdiskusi untuk menentukan enam peserta yang akan maju ke tahap kedua.ADITYO DWI/RADARSEMARANG.ID,

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG—Penjurian tahap pertama Lomba Kampung Hebat 2018-2019 telah selesai pada Februari 2018. Total ada 296 kampung, 31 kantor kelurahan dan 26 tokoh yang dinilai tim juri. Di tiap kategori, nantinya akan diambil enam peserta untuk maju ke tahap kedua.

Koordinator Tim Juri, Pratono menjelaskan, peserta kategori Kampung Bersih dan Hijau paling banyak, tercatat ada 96 kampung. Selanjutnya ada 75 kampung peserta kategori Kampung Kreatif dan Inovatif, 53 kampung sebagai Kampung Rukun dan Aman, 50 kampung untuk kategori Kampung Sehat, dan 22 kampung di kategori PKK Terbaik.

Persaingan untuk menjadi nomine ke tahap kedua sangat ketat. Banyak kampung yang memiliki nilai seimbang sehingga dewan juri kesulitan menentukan enam besar peserta di masing-masing kategori. “Yang paling ketat untuk kategori Kampung Bersih dan Hijau serta Kampung Kreatif dan Inovatif. Selain pesertanya banyak, kualitas 20 besar peserta di kategori ini hampir seimbang sehingga kami kesulitan untuk menentukan enam terbaik yang akan maju ke tahap kedua,” jelasnya.

Setiap kampung yang menjadi peserta dibahas satu persatu kelebihan dan kekurangannya. Foto dan video dokumentasi saat penjurian maupun masa persiapan juga didiskusikan.

Tim juri juga mendatangi kembali sejumlah kampung tanpa pemberitahuan terlebih dulu untuk mengecek ulang data yang ada. Di beberapa kampung terlihat ada yang berbeda dengan saat dikunjungi juri. Seperti pot bunga yang tidak ada lagi di lokasi seperti pada saat penjurian, ada titik dalam kampung yang tidak ditunjukkan ke juri atau sampah yang terlihat ada di satu tempat lebih dari seminggu. Kampung-kampung yang memiliki inovasi atau program baru saat lomba berlangsung tentu mendapatkan nilai lebih.

“Ada beberapa kampung yang pada tahun ini akhirnya tersisih tapi punya potensi besar untuk berkembang di tahun depan. Mungkin karena terbatasnya waktu persiapan membuat belum semua program berjalan sesuai rencana, tapi di masa mendatang hasilnya akan bisa dilihat,” tambah redaktur Jawa Pos Radar Semarang ini.

Ketua Panitia Lomba Kampung Hebat 2018-2019 Sugiyanto Wiyono menjelaskan, banyaknya peserta membuat juri harus hati-hati dalam menentukan nomine maju ke tahap kedua lomba yang digelar Jawa Pos Radar Semarang dan Pemerintah Kota Semarang ini. “Maksimal tanggal 20 Maret 2019, nomine masing-masing kategori yang maju ke tahap kedua sudah bisa diumumkan,” jelasnya. (ton)