Pasutri Tewas Dihantam Truk

71

RADARSEMARANG.ID, MAGELANG – Pasangan suami istri asal Kaliputih Lor RT 12/RW 12 Girirejo, Tempuran, Kabupaten Magelang, yakni Suyitno, 56, dan Sumaidah, 48, mengalami nasib naas. Keduanya yang berboncengan sepeda motor Yamaha Mio nopol AA 2924 ET, hendak berangkat berjualan daging di Pasar Gotong Royong, tewas secara mengenaskan akibat dihantam truk pasir tanpa muatan yang dikemudikan oleh Nur Soleh, 38, warga Sumberjo Meteseh RT 2/RW 5 Meteseh, Semarang Kecelakaan di ruas Jalan Jenderal Sudirman Trunan, Magelang Selatan, Kota Magelang terjadi Jumat (15/3) sekitar pukul 04.30 WIB.

Kasatlantas Polres Magelang Kota, AKP Marwanto menjelaskan, peristiwa bermula ketika truk pasir tanpa muatan dengan nopol H 1325 HR berjalan dari arah utara (kota) menuju ke selatan (Yogyakarta) dengan kecepatan tinggi. Saat bersamaan, dari arah berbeda meluncur sepeda motor Yamaha Mio yang dikemudikan korban.

“Pengemudi truk berjalan dengan kecepatan tinggi, dan saat itu oleng ke kanan karena kondisi jalan licin akibat hujan. Pada saat bersamaan, sepeda motor yang dikemudikan korban melintas di depannya, sehingga kaget dan lamgsung menabrak sepeda motor tersebut,” bebernya.

Marwanto menuturkan, akibat kerasnya benturan, pengendara sepeda motor terpental dan seketika meninggal di lokasi kejadian. Sedangkan truk meluncur hingga ke median jalan dan menghantam trotoar jalan serta nyaris meluncur ke saluran air di pinggir jalan.

Pengemudi truk tersebut langsung diamankan bersama barang bukti kendaraan truk, sepeda motor korban di kantor Unit Laka. Terkait unsur kelalaian pengemudi truk, polisi masih memeriksa pengemudi dan saksi-saksi. “Jika terbukti unsur kelalaian dari pengemudi truk, akan kami kenakan pasal 310 ayat 4 UU Nomor 22 Tahun 2009 LLAJ yakni kecelakaan yang mengakibatkan orang lain meninggal dunia, dipidana dengan pidana penjara paling lama enam tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 12 juta,” tegasnya.

Kanit Laka Lantas Ipda Pungky menambahkan, seusai kejadian tersebut, sopir truk langsung menghubungi teman sesama supir untuk mengamankan diri ke kantor polisi. “Awalnya sopir tersebut menuju Unit Laka Satlantas Polres Magelang di Jagoan karena tahunya di situ. Kemudian diarahkan menuju unit laka Satlantas Polres Magelang Kota di Jalan Ikhlas. Sopir masih kami dalami keterangannya,” tandasnya.
Salah satu kerabat korban sekaligus tetangga, Roil, 45, menyebut bahwa kedua korban rencananya akan berangkat berjualan daging di Pasar Gotong Royong. Setiap harinya, keduanya berboncengan dari rumahnya di Tempuran menuju Magelang.

“Kedua korban mmepunyai tiga orang anak, yang pertama sudah membantu bekerja, anak kedua masih SMK dan ketiga masih SD. Mengenai masalah tuntutan, kami akan rembug keluarga lebih dahulu dan juga menunggu keterangan dari polisi, apakah ada unsur kelalaian dari pengemudi truk atau tidak,” tukasnya. (had/ton)