Nunggak, Ribuan Pelanggan PLN Diputus

68

RADARSEMARANG.ID, KENDAL – PLN Rayon Kendal memutus sementara sambungan listrik 8.000 pelanggan listrik pascabayar. Pemutusan dilakukan karena pelanggan menunggak pembayaran melebihi batas waktu yang ditentukan.

Kepala PLN Rayon Kendal mengatakan untuk wilayah Kendal sendiri rata-rata pelanggan PLN pascabayar yang menunggak mencapai 1.000 sambungan. “Itu (pelanggan menunggak, Red) belum termasuk wilayah PLN Weleri dan PLN Boja. Jadi banyak sekali yang menunggak setiap bulannya,” katanya kemarin (15/3).

Dikatakannya jika batas waktu pembayaran untuk pelanggan PLN pascabayar adalah setiap tanggal 20 setiap bulannya. Diatas tanggal tersebut maka dianggap menunggak atau telat membayar.
“Mereka yang telat membayar ini biasanya kami berikan peringatan untuk segera membayar tunggakan. Jika tidak membayar, maka listrik akan dipadamkan sementara sampai tunggakan dibayar,” tuturnya.

Pemutusan listrik sementara dilakukan dengan memutus aliran listrik menuju meteran. Sehingga secara otomatis listrik rumah tidak akan menyala. “Jika dibayar, maka petugas akan datang ke rumah dan langsung menyalakan listrik kembali dan itu gratis artinya tidak ada biaya tambahan,” jelasnya.

Sedangkan untuk pelanggan prabayar, yang sudah menggunakan token listrik rata-rata tidak terjadi kendala. Aritnya dengan token, pelanggan mulai sadar kapan waktu harus membayar atau membeli token listrik sebelum listrik rumahnya padam.

“Kalau secara keuntungan pemasukan, bagi PLN lebih untung pelanggan yang pascabayar. Sebab dipakai atau tidak dipakai, pelanggan tetap dikenakan biaya minimal pemakaian. Sementara, untuk pelanggan prabayar jika tidak dipakai maka pelanggan tidak perlu membeli token. Artinya tidak ada pemasukan bagi PLN,” tandasnya.

Namun, keuntungan menggunakan prabayar, yakni tidak terjadi tunggakan dan pelanggan membayar diawal sebelum memakai listrik. Sehingga mengurangi resiko PLN merugi. Makanya sekarang ini, PLN memberikan pilihan pemasang listrik baru untuk menggunakan listrik prabayar atau paskabayar.

Terkait subsidi listrik yang diberikan kepada warga miskin, PLN Rayon Kendal sejauh ini sudah memberikan kepada 2.500 lebih sambungan rumah. “Proses pemberian subsidi ini melalui pengajuan kepada kami disertai bukti keterangan miskin atau tidak mampu,” imbuhnya.

Kasi Pemberdayaan Kecamatan Gemuh, Anton Munajat mengeluhkan proses pengajuan listrik bersubsidi yang menurutnya ribet. Diakuinya, pengajuan subsidi menggunakan aplikasi yang sudah disediakan oleh PLN. Tapi begitu disetujui, pelanggan masih harus melapor ke PLN.

“Jadi terkadang pengajuan di Aplikasi PLN sudah disetujui. Tapi warga miskin masih harus membayar mahal, sehingga komplain lagi kepada kami. Kemudian kami sarankan kepada warga untuk datang ke PLN dengan membawa bukti ID pelanggan. Sedianya dengan aplikasi tersebut harusnya bisa otomatis, sehigga warga tidak perlu repot datang ke kantor PLN,” keluhnya. (bud).