Tiga Pengojek Jadi Tersangka

39

RADARSEMARANG.ID, WONOSOBO- Polisi secara resmi telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus pemukulan, pengrusakan atribut dan kendaraan dalam konflik antara ojek pangkalan (opang) versus ojek online (ojol). Para tersangka ini merupakan bagian dari empat nama yang dilaporkan Paguyuban Driver Online Wonosobo (Pandowo.

Kapolres Wonosobo AKBP Abdul Waras melalui Kasubbag Humas Polres Wonosobo, Iptu Heldan Pramoda Wardana menegaskan, kepolisian bersikap profesional dan tak tebang pilih dalam menindaklanjuti laporan dari masyarakat. Keempatnya oknum opang yang dilaporkan sudah diperiksa dan dimintai keterangan oleh penyidik. Dari hasil pemeriksaan, tiga di antaranya terbukti melakukan tindak pidana perusakan barang atau penganiayaan. Sementara, satu lainnya tidak terbukti melakukan tindak pidana.

“Ketiganya telah ditetapkan sebagai tersangka, karena cukup bukti, sementara yang satunya tidak terbukti secara kuat, karena itu kemudian dilepas,” ungkapnya, Kamis (14/3).

Diketahui bahwa kejadian ini bermula saat pihak ojol bekerja dengan sesuai standard operasional prosedur (SOP) pada Senin (11/3). Sejumlah pengemudi ojek pangkalan (opang) melakukan sweeping terhadap sejumlah anghota ojol yanh sedang mangkal di beberapa titik. Tak lama kedua belah pihak tidak terima, lantas terjadi kericuhan, Senin (11/3) sekitar pukul 11.00. “Ada tiga penganiayaan. Dua kasus di Alun-alun yang pagi hari, satu kasus di Jaraksari,” ujar

Wakil Sekretaris Pandowo, Arif Priyanto mengatakan, ada dua kasus persekusi pengemudi ojol pada Senin (11/3) lalu. Yakni di Alun-alun Wonosobo dan di Jaraksari. Akibat gesekan tersebut dua pengemudi ojol mengalami luka ringan, satu unit sepeda motor dan dua buah helm dilaporkan rusak.

Sementara, ‎Sekretaris Paguyuban Ojek Pangkalan Wonosobo (POKW) Wayitno mengatakan, ‎pihaknya berkomitmen pada surat edaran dinas terkait tertanggal 4 Januari 2019. Menurutnya, beroperasinya ojol di Wonosobo melanggar aturan dan ilegal. “Beroperasinya ojol itu ilegal, Pemerintah Kabupaten Wonosobo belum mengizinkan beroperasinya ojol. Karena itu, insiden kemarin, aksi spontanitas dan solidaritas dari teman-teman opang,” katanya.‎ (git/ton)