Suwarno Bangga Bisa Naik Becak Dikayuh Tentara

Gelar Bazar Murah, Danramil dan Wakapolsek Jemput Warga Naik Becak

98
SINERGITAS: Peserta bazar sembako murah dijemput naik becak oleh Danramil, Wakapolsek, staf Kecamatan Semarang Selatan dan Kepala SMAN 11 Semarang. (NURCHAMIM/RADARSEMARANG.ID)
SINERGITAS: Peserta bazar sembako murah dijemput naik becak oleh Danramil, Wakapolsek, staf Kecamatan Semarang Selatan dan Kepala SMAN 11 Semarang. (NURCHAMIM/RADARSEMARANG.ID)

Boleh jadi ini pemandangan langka. Ada Danramil, Wakapolsek, aparat kecamatan dan Kepala SMA kompak mengayuh becak. Mereka menjemput warga peserta bazar sembako murah.

NUR WAHIDI

RADARSEMARANG.ID, PAGI kemarin, Jalan Lamper Tengah XIV RT 01 RW 01 depan SMA Negeri 11 Semarang tampak ramai. Warga berkerumun menyaksikan iring-iringan empat becak yang dikawal puluhan anggota TNI dan Polri. Sejumlah pengguna jalan juga berhenti sejenak. Pengayuh empat becak itu juga berseragam TNI, Polri dan batik rapi. Sedangkan penumpangnya tampak santai mengenakan kaos dan celana pendek. Rupanya, penumpang itu adalah warga yang mendapatkan kupon sembako murah. Sedangkan pengayuhnya adalah Danramil 13 Semarang Selatan Mayor Inf Rahmatullah, Wakapolsek Semarang Selatan AKP Agus Hartono, staf Kecamatan Semarang Selatan Joko Sumarno dan Kepala SMA Negeri 11 Semarang Drs Supriyanto MPd. Mereka sengaja menjemput warga kurang mampu dan abang becak yang akan menerima paket sembako. Kegiatan bazar sembako murah tersebut digagas Kodim 0733/BS Semarang bersama Bank Artha Graha. Bazar berlangsung di halaman Markas Koramil 13 Semarang Selatan.
Komandan Kodim 0733/BS Semarang Letkol Kav Zubaedi S.Sos MM mengatakan, agar masyarakat bisa membantu masyarakat sekitar, khususnya mereka yang kurang mampu untuk mendapatkan kesempatan membeli sembako berupa beras, minyak, dan gula pasir dengan harga yang lebih murah dari harga pasaran.
“Kodim 0733/BS Semarang akan selalu membantu masyarakat dengan menggelar kegiatan sosial dan menggandeng beberapa institusi yang punya program CSR, termasuk Artha Graha Grup. Kami ingin mewujudkan ketahanan ekonomi di masyarakat,” katanya.

Yang menarik, bazar dibuka dengan prosesi penjemputan dengan armada becak. Para unsur pimpinan institusi tersebut rela menggenjot becak sepanjang rute 100 meter untuk mengantar masyarakat ke tempat bazar sembako murah. Rombongan becak juga diiringi oleh ormas FKPPI (Forum Komunikasi Putra Putri TNI) dan HIPAKAD (Himpunan Putra Putri keluarga Angkatan Darat) serta Babinsa dan Babinkamtibmas. “Capek juga meski hanya nggenjot 100 meter,” keluh Supriyanto. “Untung tadi sambil didorong dari belakang,” tambahnya sambil tersenyum.
Supriyanto yang kampusnya tepat berada di depan Markas Koramil 13 menyampaikan apresiasinya atas kegiatan Bakti Sosial Peduli Warga yang digelar kemarin. “Kami ikut support dan ini bisa menjadi contoh bagi anak-anak didik kami dalam menumbuhkan rasa persatuan dan kesatuan. Kekompakan aparat di wilayah ini sungguh luar biasa, sehingga ini menentukan iklim kondusifitas lingkungan,” ungkapnya.

Salah seorang warga, Suwarno, 65, warga Lamper Lor merasa bangga naik becak yang dikayuh oleh Danramil. “Kok ya mau Pak Tentara nyopiri becak ngantar rakyat seperti saya ini ke kantor Koramil untuk mendapatkan sembako murah. Bapak-bapak lain juga melakukan hal sama kepada warga,” ungkap Suwarno, salah satu warga yang mendapat kupon sembako murah.
Warga lainnya, Suyati, 58, mengharapkan agar Koramil Semarang Selatan sering menggelar bazar sembako murah. Sebab dengan begitu akan membantu masyarakat kurang mampu. “Apalagi sekarang ini apa-apa mahal, jadi dengan ada sembako murah bisa membantu masyarakat kurang mampu,” katanya.
Selain melakukan bazar, Koramil 13 Semarang Selatan juga menyelenggarakan lomba menyanyi keroncong dalam rangka mewujudkan ketahanan seni dan budaya bangsa Indonesia. Pesertanya warga di lingkungan kelurahan yang ada di wilayah Kecamatan Semarang Selatan.
“Pesertanya ada 10 mewakili masing-masing kelurahan. Harapannya, agar seni musik keroncong yang asli karya bangsa Indonesia ini tetap lestari di tengah kemajuan zaman. Jangan sampai nanti anak keturunan kita tidak tahu bahwa kita punya musik asli Indonesia bernama keroncong,” kata Danramil 13 Semarang Selatan Mayor Inf Rahmatullah AR.
Dalam lomba itu, juara I diraih Kartiman Londo wakil Kelurahan Lamper Kidul; Juara II Gamal dari Lamper Lor, Juara III Larasworo dari Mugassari, dan Juara IV Suryati mewakili Kelurahan Peterongan.(*/aro)