Stasiun Batang Resmi Melayani Penumpang

165
PERDANA - Bupati Batang Wihaji saat naik perdana KA Kaligung dari Batang menuju Semarang, setelah reaktivasi Stasiun Batang, pada Jumat pagi (15/3/2019). (Lutfi Hanafi /Radarsemarang.Id)

RADARSEMARANG.ID,BATANG – Setelah bertahun-tahun vakum, kini Stasiun Kereta Api (KA) Batang di era kepemimpinan Bupati Wihaji – Suyono resmi buka pelayanan kepada penumpang, mulai Jumat (15/3/2019) setelah direaktivasi.

“Reaktivasi ini sangat ditunggu masyarakat Batang yang sudah bertahun-tahun nonaktif,” kata Bupati Wihaji, saat ditemui di stasiun Batang bersama ratusan warga Batang menuju Stasiun Poncol Semarang.

Aktifnya kembali stasiun ini, kata Wihaji, sebagai bentuk pelayanan publik alternatif moda transportasi masal. Sehingga mempermudah masyarakat Batang maupun luar Batang bisa bepergian. Selain itu, untuk mendukung tahun kunjungan wisata Batang 2022, karena Batang akan menjadi tempat tujuan wisata, investasi dan bisnis.

Ia juga menjelaskan dalam reaktivasi ini ditarget setiap hari mampu menaikkan penumpang sebanyak 60 orang. Wakil Ketua DAOP 4 Semarang PT Kereta Api Indoensia Danil mengatakan, reaktivasi ini merupakan komitmen dan sinergitas Pemkab Batang dan PT KAI dan BUMN untuk memberikan pelayanan publik transportasi naik turun di Stasiun Batang.

“Kita mencoba trial enam kereta. Empat Kaligung dan dua Menoreh yang nantinya akan kita evaluasi dan kita targetkan bisa setiap hari ada 60 penumpang,” jelasnya.

Sementara itu Ahmad Udin penumpang asal Batang mengatakan, sangat berterimakasih kepada Bupati Wihaji yang telah mengaktifkan kereta kembali. “Saya jarang naik kereta api, ini pengalaman pertama saya naik kereta, sangat menyenangkan,” ucapnya.

Berbeda dengan Antok, dia sering bepergian ke Semarang, kadang naik bus kadang kereta. Kalau bus, perjalanan lama tapi bisa naik dari Batang, kalau kereta harus ke Pekalongan. “Saya sering ke Semarang, saya harap ada penambahan operasional waktunya karena sangat membantu kami, lebih dekat dari pada harus ke Stasiun Pekalongan, menghemat waktu dan tenaga,” katanya.

Ia juga mengatakan walaupun tarif kereta api Kaligung masih sama kalau naik di Stasiun Pekalongan, tapi dengan operasionalnya Stasiun Batang sangat efisien waktu karena lebih dekat untuk jaraknya. Karena dia tidak keluar biaya ke Pekalongan, baik naik ojek maupun angkutan lain, jadi terhitung lebih hemat jika berangkat dari Batang. (han/lis)