Seluruh River Tubing Ditutup

54
TUNGGU EVALUASI : Salah satu warga sedang melihat perlengkapan tubing di Little Ubud yang terlihat sepi dan ditutup usai terjadinya kecelakaan wisata air (Agus Hadianto/RADARSEMARANG.ID)
TUNGGU EVALUASI : Salah satu warga sedang melihat perlengkapan tubing di Little Ubud yang terlihat sepi dan ditutup usai terjadinya kecelakaan wisata air (Agus Hadianto/RADARSEMARANG.ID)

RADARSEMARANG.ID, MUNGKID – Pemerintah Kabupaten Magelang menutup sementara seluruh aktivitas river tubing di wilayah Kabupaten Magelang untuk sementara ditutup . Ini merupakan respon dari tewasnya empat wisatawan yang tergulung banjir bandang saat beraktivitas river tubing di Kali Gono Desa Tampir Wetan, Kecamatan Candimulyo Kabupaten Magelang, Rabu (13/3) lalu.

Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Magelang, Iwan Sutiarso mengatakan, penutupan ini sekaligus menjadi ajang evaluasi bagi pengelola river tubing, terutama yang berada di sungai dengan kerawanan tinggi. “Atas perintah Bapak Bupati, kita sampaikan surat per hari ini bahwa seluruh river tubing yang ada di Kabupaten Magelang ditutup, sampai dengan waktu yang belum ditentukan, sambil menunggu waktu evaluasinya,” tegas Iwan, Kamis (14/3).

Berdasarkan data yang dimiliki Disparpora, ada 22 operator river tubing di Kabupaten Magelang. Pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh baik operator river tubing, prosedur standar operasional (SOP) pengelolaan serta lainnya. “Untuk izin Little Ubud, kami akan mengecek di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP),” urainya. Little Ubud merupakan operator river tubing yang memandu para korban saat musibah.

Sekretaris Desa Tampir Wetan, Kecamatan Candimulyo yang juga pengelola Wisata Tubing Little Ubud, Sri Hardono membenarkan telah menutup sementara operasional river tubing Little Ubud hingga waktu yang belum ditentukan. River tubing Little Ubud merupakan hasil kerjasama antara Little Ubud Yogyakarta, Singgono Tubing Air, dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Amanah Desa Tampir Wetan sejak tahun 2018 lalu. Little Ubud, menurut Sri Handono, sudah berizin dan diketahui oleh Disparpora Kabupaten Magelang.

Sri Hardono menyebut, musibah di Kali Gono ini akibat adanya banjir bandang yang tidak disangka-sangka. Pasalnya, saat kejadian, rombongan sudah menempuh 2/3 dari track tubing atau sekitar 1,5 km perjalanan hingga finish point. “Saat itu, sesuai informasi dari pemandu bahwa cuaca sangat cerah dan aliran sungai tenang pada pukul 15.00 WIB. Rombongan saat itu sedang berada di dam atau irigasi untuk selfi dan foto-foto, karena biasanya memang tempat tersebut untuk foto-foto. Nah tiba-tiba ada banjir bandang datang dan langsung menghanyutkan para wisatawan tersebut,” imbuhnya.

Sementara, Kapolres Magelang AKBP Yudianto Adhi Nugroho menegaskan telah memeriksa pihak Little Ubud River Tubing selaku operator wisata tubing, dan korban kecelakaan. Dari hasil penyelidikan diketahui tidak ada izin dalam kegiatan wisata river tubing di Kali Gono tersebut.

Hingga kini belum ada penetapan tersangka atas kejadian tersebut. Pasalnya, menurut Yudianto, berkaitan dengan SOP dan keinginan pihak keluarga korban yang tidak ingin melanjutkan kasus tersebut.

Pihaknya juga telah menghubungi Kedutaan Besar (Kedubes) Malaysia di Jakarta, terkait korban dari warga negara Malaysia tersebut. Pihak keluarga juga akan hadir mengambil jasad korban yang saat ini masih berada di kamar mayat RSUD Muntilan. Terkait tiga jenazah lainnya, menurut Yudianto, telah dibawa pulang menuju daerahnya masing-masing.