Hipnopresure Menurunkan Tekanan Darah Tinggi

40
PRODUK INOVASI : Tim dosen Fikes UMMagelang sedang mencoba alat Hipnopresure Digital pada warga Desa Kedungsari, Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang. (DOK HUMAS UMMAGELANG)
PRODUK INOVASI : Tim dosen Fikes UMMagelang sedang mencoba alat Hipnopresure Digital pada warga Desa Kedungsari, Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang. (DOK HUMAS UMMAGELANG)

RADARSEMARANG.ID, MAGELANG–Penderita hipertensi di Jawa Tengah mengalami kenaikan sebesar 8,4 persen dengan umur di atas 18 tahun. Hipertensi disebut juga silent killer dan merupakan penyakit yang seringkali tidak disadari oleh penderita sehingga tidak mendapatkan pengobatan. Hal tersebut mendorong Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) Universitas Muhammadiyah Magelang (UMMagelang) untuk mengembangkan metode Hipnopresure Digital bagi penderita hipertensi.

Penelitian yang melibatkan sejumlah wanita menopause dengan hipertensi di Desa Kedungsari, Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang ini diketuai oleh Dr Heni Setyowati E R, MKes, dengan beranggotakan Ns Robiul Fitri Masithoh MKep dan Ns Kartika Wijayanti, MKep. Kegiatan yang dilaksanakan mulai bulan Maret hingga April 2019 ini, didanai oleh Lembaga Penelitian, Pengembangan dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) UMMagelang.

Menurut Heni, Hipnopresure ini telah dipatenkan dengan nomor pendaftaran SID 201902130 dan alat ini merupakan konsep gabungan antara hipnotis lima jari dengan akupresure. Metode hipnotis lima jari ini dilakukan dengan memusatkan pikiran pada bayangan atau kenangan yang diciptakan sambil menyentuhkan lima jari tangan secara berurutan dengan membayangkan kenangan. “Hipnotis lima jari terbukti mampu memberikan ketenangan, akupresur juga telah terbukti mampu mengatasi nyeri dengan berbagai penyebab dan mampu menurunkan tekanan darah. Hipnotis lima jari dan akupresur apabila digabungkan akan lebih efektif dalam menurunkan tekanan darah,” ujar Heni.

Pada pertemuan dengan warga Kedungsari yang digelar Jumat (9/3), Heni beserta tim langsung mempraktikkan penggunaan alat hipnopresure. “Semula tekanan darah saya 170/110 setelah dipasang alat hipnopresure digital tekanannya menjadi 140/90. Badan saya menjadi enak dan lebih enteng dan merasa lebih tenang,” ungkap salah satu warga ibu Nur setelah mencoba alat hipnopresure.

Alat hipnopresure yang dirancang langsung oleh tim peneliti dosen Fikes UMMagelang ini sebelumnya telah mendapat juara I dalam Krenova (Kreativitas dan Inovasi Masyarakat) yang merupakan penghargaan dari Bupati Magelang kepada para mitra dan inovator yang secara nyata mendukung dalam memajukan produk inovasi untuk masyarakat luas. (ima/sct/ton)