Empat Bulan Sita 3.510 Miras

56
DIMUSNAHKAN: Pemusnahan Miras yang dilakukan Satpol PP di depan Kantor Bupati Kendal, kemarin. (BUDI SETIYAWAN/RADARSEMARANG.ID)
DIMUSNAHKAN: Pemusnahan Miras yang dilakukan Satpol PP di depan Kantor Bupati Kendal, kemarin. (BUDI SETIYAWAN/RADARSEMARANG.ID)

RADARSEMARANG.ID, KENDAL – Sebanyak 3.510 botol minuman keras (miras) dari berbagai merek dimusnahkan oleh Satpol PP Kendal. Ribuan miras tersebut merupakan hasil operasi yang dilakukan Satpol PP selama empat bulan terakhir.

Selain miras botolan, juga ikut dimusnahkan miras oplosan jenis ciu dan gingseng sebanyak 1.253 liter. Pemusnahan Miras dilakukan lantaran sesuai Perda Kendal Nomor 4 tahun 2009 Tentang Miras. Dimana Kendal merupakan daerah larangan miras atau harus nol persen alkohol.

Pemusnahan dilakukan dengan cara dilindas menggunakan alat berat setum silinder di Jalan depan Kantor Bupati Kendal. “Miras kami musnahkan dan penjualnya kami sidangkan dengan tindak pidana ringan (tipiring) dengan hukuman denda atau kurungan,” kata Kepala Satpol PP dan Damkar Kendal Toni Ari Wibowo, kemarin (14/3).

Diakuinya, jika ribuan botol miras tersebut didapat dari berbagai wilayah di Kendal. Terbanyak dari daerah Brangsong, Weleri, Sukorejo dan Patean. “Untuk miras oplosan paling banyak kami temukan di daerah Kaliwungu yang dipasok dari daerah Solo, Surakarta,” paparnya.

Dalam peringatan HUT Saptol PP ke-69 itu, Toni mengatakan meski sudah ada larangan penjualan miras, namun penjual menjual secara sembunyi-sembunyi. “Jadi mereka seolah kucing-kucingan dengan petugas. Karena mereka menjual dengan berkedok warung kopi atau toko kelontong,” paparnya.

Lebih parahnya lagi, miras oplosan jenis ciu dan gingseng ini dijual dalam kemasan botol air mineral dan kantong plastik. Sehingga tampak seperti minuman teh. “Sasaran mereka adalah pelajar dan ABG, karena minuman tersebut harganya murah. Perliter Rp 10-20 ribu,” akunya.”Untuk mengantisipasi ke depan, kami akan berkoordinasi dengan Polres Kendal agar bisa menghentikan pasokan miras di wilayah Kabupaten Kendal,” katanya.

Sementara itu Kapolres Kendal AKBP Hamka Mappaita mengatakan, untuk mengantisipasi peredaran miras dalam bentuk kemasan plastik, pihaknya akan memerintahkan kepada seluruh Polsek untuk lebih meningkatkan operasi miras di wilayah Polsek masing-masing. “Untuk mencegah peredaran miras kemasan plastik di sekolah-sekolah, segera menugaskan kepada seluruh Posek untuk melakukan pengawasan,” ujarnya.

Sementara Bupati Mirna Annisa berharap, anggota Satpol PP, Linmas dan petugas Damkar lebih profesional dan selalu tampil ke depan sebagai wakil pemerintah di masyarakat. Sehingga keberadaannya semakin diakui masyarakat. Terkait dengan banyaknya hasil razia miras, Bupati berharap agar dalam penegakan Perda tentang Miras, petugas tidak kecolongan lagi oleh para penjual yang mengelabuhi petugas. (bud/bas)