Tekan Golput, Bawaslu Gelar Ketoprak

41
LAWAN HOAX : Pagelaran ketoprak yang digelar Bawaslu Kota Semarang dan Unnes jadi sarana sosilasi penggunaan hak pilih dan kampanye melawan hoax jelang Pemilu 17 April mendatang. (ADENNYAR WYCAKSONO/RADARSEMARANG.ID)
LAWAN HOAX : Pagelaran ketoprak yang digelar Bawaslu Kota Semarang dan Unnes jadi sarana sosilasi penggunaan hak pilih dan kampanye melawan hoax jelang Pemilu 17 April mendatang. (ADENNYAR WYCAKSONO/RADARSEMARANG.ID)

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG–Lakon Warta Rewa yang bercerita tentang ajakan menghindari hoax disutradarai oleh seniman Kota Semarang, Sri Paminto. Ketoprak yang melibatkan pemain dari anggota Bawaslu Kota Semarang dan dosen serta mahasiswa Unnes ini digelar di Kampung Budaya Unnes, Selasa malam (12/3) kemarin.

“Kelompok pemilih pemula atau generasi milenial adalah kelompok yang rawan golput. Karena itu, Bawaslu punya peran meningkatkan partisipasi pemilih pada Pilpres dan Pileg April nanti,” kata Ketua Bawaslu Kota Semarang, Muhammad Amin.

Melulai ketoprak, lanjut dia, Bawaslu menyasar kalangan pelaku seni, pekerja seni, dan penikmati seni untuk berperan aktif terlibat dalam tahapan pemilu. “Kami menggungah kesadaran generasi milenial untuk menggunakan hak pilihnya. Nantinya akan menjadi ujung tombak atau corong Bawaslu ketika ada dugaan pelanggaran,” tambahnya.

Amin berharap dengan cara-cara unik dan kreatif bisa mendongkrak tingkat partisipasi milenial di Pemilu 2019 ini. Apalagi jumlah pemilih pemula di di Semarang cukup besar yakni 20 persen.
“Tingkat partisipasi di Pemilu 2014 kisaran 68-71 persen khusus pemilih milenial. Saya berharap bisa lebih dari 71 persen pada tahun ini. Jumlah pemilih pemula atau milenial juga cukup besar, yakni 20 persen yang jika tergarap dengan baik akan menambah jumlah partisipasi masyarakat,” ucapnya. (den/ida)