Segera Urus Formulir A5

52

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG–Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jateng mendorong masyarakat yang ingin pindah tempat memilih agar segera mengurus formulir A5. Sesuai aturan, KPU memberikan waktu hingga tanggal 17 Maret nanti.

Komisioner KPU Jateng Diana Ariyanti mengatakan, hal ini penting karena berkaitan dengan pencocokan logistik di tempat pemilihan. Jangan sampai, di hari H pencoblosan justru ada TPS yang mengalami kekurangan.

”Sehingga kami harus memastikan jumlahnya. Jadi, tolong bagi masyarakat yang punya hak pilih dan mau pindah memilih ngurusnya jangan mepet-mepet. Batas waktu pengurusan diperhatikan, agar semuanya tidak kesulitan,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan, bagi pemilih yang pindah TPS belum tentu mendapatkan 5 surat suara seperti ketika mereka memilih di TPS asal. Pemilih hanya akan mendapat surat suara untuk pilpres dan calon DPD RI saja ketika pindah TPS dalam satu provinsi, namun berbeda kota dan beda daerah pemilihan.

Untuk mengurus formulir A5 ini tidaklah sulit. Mereka cukup meminta surat pengantar dari kelurahan asal untuk dibawa ke KPU tujuan. Atau langsung ke KPU tujuan, dengan menunjukkan KTP elektronik. ”Informasi mengenai prosedur pindah TPS ini sudah kami sosialisasikan. Baik lewat media massa maupun lewat media sosial,” tandasnya.
Ketika sudah mengurus di TPS tujuan, KPU akan mencoret nama pemilih di TPS asal. Dengan demikian tidak akan ada dua nama yang nantinya disalahgunakan.

Sementara itu Koordinator Divisi Data dan Informasi KPU Jawa Tengah, Paulus Widiyantoro mengatakan bahwa KPU terus melakukan pemeliharaan data DPT. Mengenai hal ini, KPU kembali mencoret 10 WNA yang terdaftar dalam DPT. Sebelumnya KPU mencoret 12 nama WNA, sehingga total KPU mencoret 22 WNA. ”Temuan kami ada 10, bukan 8. Semua sudah dicoret,” kata Paulus. Sebelumnya, Bawaslu menemukan ada 8 nama WNA yang masuk ke DPT.

Temuan 10 WNA itu, ia katakan, ada 3 di Kota Surakarta dan masing-masing satu orang di Kota Magelang, Kota Tegal, Kota Salatiga, Purworejo, Boyolali, Batang dan Magelang. ”Kami masih menyisir lagi, kalau ditemukan lagi WNA di DPT pasti dicoret,” jelasnya. (sga/ida)