Rivo Rengkung Tegaskan Bukan Pelaku Kekerasan

97
RIVO RENGKUNG(Dhinar Sasongko/RADARSEMARANG.ID)
RIVO RENGKUNG(Dhinar Sasongko/RADARSEMARANG.ID)

RADARSEMARANG.ID, SALATIGA – Kasus kekerasan yang dialami pengacara Handrianus Hadyar Raditya belum lama ini ternyata berimbas kepada petinju profesional asal Salatiga Rivo Rengkung. Pasalnya, di sejumlah pemberitaan yang beredar disebutkan jika pelakunya adalah petinju profesional asal Salatiga. Padahal petinju profesional satu – satunya asal kota Salatiga adalah Rivo Rengkung.

Rivo Rengkung merupakan petinju kelahiran Tomohon, Sulawesi Utara, 1 Juni 1984. Sejak Tahun 2014, Rivo berdomisili di kota Salatiga dan mendapatkan istri orang Salatiga. Karir Rivo sebagai pelatih tinju pun cukup mengesankan, Pada perhelatan PON 2012 di Riau, Rivo adalah salah satu pelatih tinju Jawa Tengah. Sebelumnya pada Porprov 2009 juga menjadi salah satu tim pelatih tinju Kota Salatiga.

“Nah, yang disebut sebagai pelaku itu memang pernah berlatih tinju. Namun. sampai sekarang ia bukan atlet apalagi disebut sebagai petinju profesional,” jelas Rivo saat menemui wartawan di pemkot kemarin sore.

Akibat pemberitaan yang menyebut petinju profesional tersebut, Rivo kebanjiran pertanyaan klarifikasi dari kolega, baik yang di kota Salatiga maupun kota lainnya. Selain itu, ia pun mengaku khawatir hal itu mengganggu hubungan dengan promotor tinju mengingat dirinya akan kembali naik ring pada 17 Mei mendatang di Sidney, Australia.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, Para pengacara yang tergabung dalam Kongres Advokat Indonesia (KAI). Memberikan support sekaligus pendampingan kepada Hadrianus Handyar, 37, sekretaris DPC KAI Kota Salatiga melaporkan secara resmi kasus yang dialaminya. Wakil ketua KAI DPD Jawa Tengah bidang advokasi Agung Widodo menuturkan, pihaknya memberikan dukungan kepada pihak kepolisian untuk mengusut kasus yang dialami seorang advokat sampai tuntas.

Disinggung adakah upaya mediasi berkait kasus ini, Agung menjelaskan jika semua sudah diserahkan kepada aparat penegak hukum. Menurutnya, dari keterangan yang disampaikan Handrianus sudah ada data primer dan data sekunder yang jelas. “Apalagi jika aksi ini berkait dengan profesi sebagai advokat, tentunya harus diselesaikan,” jelas Agung Widodo.

Kapolsek Sidorejo AKP Harjan Widodo melalui Kanitreskrim Iptu Danang Gusdika membenarkan pihaknya menerima laporan dari Hadrianus Handyar yang menyebutkan telah menjadi korban kekerasan. Setelah menerima laporan itu, pihak kepolisian akan melakukan penyidikan dan mencari data dari semua saksi yang mengetahui kejadian tersebut. (sas/bas)