Tidak Ada Lagi Buang Air Besar Sembarangan

61
CEK LANGSUNG : Tim verifikasi Lomba Bersih dan Sehat (LBS) tingkat nasional 2019 melakukan pengecekan di Kelurahan Jurangombo Utara di Kebun Bibit Senopati, kemarin.PUPUT PUSPITASARI/RADARSEMARANG.ID,
CEK LANGSUNG : Tim verifikasi Lomba Bersih dan Sehat (LBS) tingkat nasional 2019 melakukan pengecekan di Kelurahan Jurangombo Utara di Kebun Bibit Senopati, kemarin.PUPUT PUSPITASARI/RADARSEMARANG.ID,

RADARSEMARANG.ID, MAGELANG – Kelurahan Jurangombo Utara, Kecamatan Magelang Selatan mewakili Jawa Tengah dan melaju di enam besar nomine Lomba Bersih dan Sehat (LBS) tingkat nasional 2019. Kemarin, tim juri berkunjung ke Jurangombo Utara.

Wakil Wali Kota Magelang Windarti Agustina mengatakan, wilayah kelurahan ini memiliki banyak potensi unggulan. D iantaranya bank sampah yang aktif, adanya tempat pengolahan sampah terpadu (TPST), serta wilayahnya dinyatakan open defecation free (ODF) atau tidak ada lagi masyarakat yang buang air besar (BAB) sembarangan. “Kami tidak jemu-jemunya mendorong masyarakat untuk terus menerus hidup bersih dan sehat (PHBS) tidak hanya saat dinilai,” katanya saat menerima tim verifikasi di Kebun Bibit Senopati.

Ia menargetkan semua kelurahan di Kota Magelang menyandang predikat ODF. Selain itu terus melakukan sosialisasi dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Anggota Tim Verifikasi LBS tingkat nasional dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, Trisno Subarkah menuturkan, Kelurahan Jurangombo Utara ditetapkan masuk enam besar setelah melalui bedah dokumen dari tahapan kelurahan, provinsi sampai nasional. Menurutnya, masyarakat di kelurahan tersebut telah menjalankan PHBS yang menjadi fokus penilaian.

“Tidak ada lagi yang BAB sembarangan, kebiasaan masyarakat cuci tangan pakai sabun, pengelolaan air minum, pengelolaan sampah dan air limbah rumah tangga,” beber Trisno.

Selain Kota Magelang, kota lain di Indonesia yang menjadi nomine di antaranya Kota Banjar di Jawa Barat, Denpasar di Bali, Bukittinggi di Sumatera Barat dan lainnya. Adapun tim verifikasi terdiri dari verifikator lintas sektor mulai dari Kemeterian Kesehatan (Kemenkes), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), tim penggerak PKK, dan BKKBN. (put/ton)