Pertahankan Brand Lokal

136
Dhiza Biondi (DOKUMEN PRIBADI)
Dhiza Biondi (DOKUMEN PRIBADI)

RADARSEMARANG.ID, SEJAK masih kuliah 2008, Dhiza Biondi sudah menggeluti bisnis sepatu. Saat itu, ia hanya menjadi reseller sepatu secara online. “Saya mulai usaha tahun 2008, cuma jadi reseller, jadi yang beli sepatu harus bayar 50 persen dulu supaya saya ada pegangan untuk beli sepatu ke pembuatnya,”ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (6/3).

Seiring berjalanan waktu dengan kesabaran dan usaha pemasaran yang ekstra, perempuan kelahiran 30 Januari 1989 ini akhirnya buka offline dengan nama Biondi Shoes. “Setelah kurang lebih dua tahun saya buka offline ini,”jelasnya.

Ia menceritakan, bisnisnya cukup terbantu setelah dirinya sering ikut organisasi yang diadakan oleh Pemerintah Kota Semarang. Dari situlah para pejabat kota melirik produk Dhiza.

“Alhamdulillah dari saya ikut organisasi para ibu-ibu pejabat jadi pesan ke saya. Ibu Tia Hendi, Ibu Ganjar, Ibu Ita ada juga ibu kepala dinas,”ceritanya dengan rona bahagia.

Mempertahankan bisnis dengan brand lokal memang tidak mudah. Namun Dhiza Biondi berharap usahanya akan terus berjalan, sehingga bisa membuka lapangan kerja untuk para perajin sepatu lokal. “Semoga bisa terus berkembang, karena saya ingin menciptakan lapangan kerja untuk para perajin lokal. Sehingga kemampuan dan kelebihan mereka bisa terus diapresiasi,”harapnya.(cr5/aro)