Tertantang di Kota Transit

131
Ika Novia Purwantati Public Realtion Santika Hotel Pekalongan (utfi Hanafi/RADARSEMARANG.ID)
Ika Novia Purwantati Public Realtion Santika Hotel Pekalongan (utfi Hanafi/RADARSEMARANG.ID)

RADARSEMARANG.ID, MENJADI tugas yang berat ketika bisnis perhotelan berada di kota transit, seperti Pekalongan. Karena bukan menjadi lokasi utama bagi pengunjung. Namun hanya sekadar dilewati atau hanya ada sedikit tugas berkunjung ke kota ini. Akan tetapi, hal ini menjadi tantangan menarik bagi seorang Ika Novia Purwantati, Public Relations Santika Hotel Pekalongan.

“Walaupun dunia public relations dan promo hal yang baru, ini tantangan menarik bagi saya. Karena saya bisa lebih hidup dan berfikir keras bagaimana mengembangkan hotel,” ucap gadis asal Kota Gudeg ini Senin (4/3).

Alumni SMKN 1 Jogjakarta ini menambahkan, dibanding kota-kota besar dan kota tujuan wisata, menjual hotel sangatlah mudah, karena hotel sudah menjadi gaya hidup dan menjadi kebutuhan masyarakatnya. Sehingga cukup dengan bersaing promosi dan program menarik, bisa menarik pengunjung untuk datang.

“Kalau di kota besar, hotel jadi jujugan warga hanya untuk sekadar makan, bersantai atau sekadar kongkow,” ujar lulusan Akademi Akuntansi YKPN ini.

Sedangkan untuk promosi produk di kota transit Pekalongan, hotel masih menjadi momok bagi masyarakat. Ada anggpan bahwa makan minum di hotel mahal, padahal jika dibandingkan dengan harga jual di resto atau café di Pekalongan harganya terbilang sama.

Tantangan baru ini menurut Ika, akan tetap dihadapi dengan manajemen Hotal Santika. Karena memang butuh edukasi kepada masyarakat bahwa hotel tidak selalu tawarkan harga mahal. Sehingga pihaknya rutin mebuat berbagai program-program menarik. Tidak hanya menyasar pengunjung wisata luar kota, namun juga warga lokal.

“Harapan saya ke depan, tempat kami bisa jadi tempat hangout bagi warga Pekalongan dan sekitarnya. Tidak sekedar melayani tempat menginap dan makan minum saja,” ucapnya semangat. (han/zal)