Sumur Wakaf jadi Upaya Global Wakaf ACT DIY Atasi Krisis Air di Gunungkidul

256
SUMUR WAKAF: Atasi kekeringan dengan sumur wakaf di Gunungkidul. (NASRUDIN – ACT DIY FOR RADAR JOGJA)
SUMUR WAKAF: Atasi kekeringan dengan sumur wakaf di Gunungkidul. (NASRUDIN – ACT DIY FOR RADAR JOGJA)

RADARSEMARANG.ID, GUNUNGKIDUL – Mengurai permasalahan kekeringan di Kabupaten Gunungkidul memang memerlukan waktu yang cukup panjang, karena kekeringan dan krisis air bersih di wilayah ini terjadi hampir di setiap musim kemarau.

Salah satu upaya yang dilakukan Global Wakaf-ACT DIY untuk mengatasi masalah periodik ini adalah dengan membangun sumur wakaf. Sumur wakaf ini merupakan program wakaf yang di tujukan untuk mengatasi masalah krisis air bersih di wilayah-wilayah rawan air terutama di Gunungkidul.

Sampai dengan saat ini sudah ada 18 titik sumur wakaf di area DIY untuk membantu mengatasi masalah kekeringan air bersih.

Sumur bor yang dibangun di Dusun Plembutan Barat, Desa Plembutan, Kecamatan Playen ini dibangun diatas tanah wakaf masjid Baiturrahman dan diharapkan dapat membantu keperluan dan aktivitas masjid serta warga Dusun Plembutan Barat, Selasa (5/3).

“Ketika musim kemarau kesusahan memperoleh air bersih, sumur-sumur gali sudah mengering dan PDAM hanya mengalir sekali dalam sepekan, bahkan ketika musim kemarau tahun kemarin cukup lama tidak mengalir” ujar Sunardi ketua RW setempat.

Sumur bor yang dibangun oleh Global Wakaf-ACT DIY ini adalah sumur bor pertama yang dibangun di Dusun Plembutan, ”kedepannya pemanfaatan sumur ini tidak hanya untuk kebutuhan dan aktivitas masjid, tapi juga untuk kebutuhan dan aktivitas sehari-hari warga, seperti air minum, minum ternak, dan juga untuk mengaliri perkebunan masyarakat” imbuh Sunardi.

Kharis koordinator Program Sumur Wakaf menyampaikan ACT akan terus membangun sumur wakaf walaupun sudah masuk musim hujan karena di Gunungkidul selalu terjadi kekeringan ketika musim kemarau “dengan adanya keberadaan sumur wakaf ini, masyarakat yang biasanya mengalami kesusahan mendapat air bersih, tahun ini sudah lebih lega karena di dusun mereka sudah ada sumber air bersih, yang semoga akan terus mengalir meski memasuki musim kemarau” pungkasnya.

Selama ini kendala mengebor di area Gunungkidul adalah jenis tanahnya yang didominasi bebatuan sehingga cukup sulit untuk ditembus mata bor dan tekstur tanahnya yang berongga sehingga kadang menghabiskan puluhan air truk tangki untuk satu kali pengeboran. (act/web/ap)