Benar-Benar Sadis, Kronologi Suami Habisi Istri Usai Melahirkan

139

RADARSEMARANG.ID, KUDUS – Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) hingga meninggal dunia yang dialami Dewi Murtosiyah diketahui terjadi sejak mantan isteri suaminya sering datang ke rumah. Hal ini sempat diungkapkan Dewi saat masih hidup kepada Sholikin, pamannya. Ia mengatakan saat kandungannya berusia sekitar enam bulan.

Sholikin mengatakan, terungkapnya kelakuan kasar Sugeng, suami korban, ketika dia mendesak keponakannya itu bercerita tentang penyebab luka lebam di tangannya. Semula Dewi masih enggan untuk memberitahu penyebab luka di tangannya. ”Saya tanya, awalnya dia jawab kena tasbih saat anak tirinya bermain,” ujarnya. Sugeng dengan mantan istrinya memang sudah memiliki satu anak yang diasuh Dewi.

Namun karena tidak percaya, karena alasan itu dirasa tidak meyakinkan. Dia tetap mendesak Dewi untuk bercerita. Akhirnya Dewi pun mulai menceritakan apa yang selama ini dialaminya.

”Saiki bareng mantan bojone moro aku kerep disikso. Jare anake pengen bapake balik karo ibune. (Sekarang setelah mantan istrinya sering ke rumah, saya sering disiksa. Katanya anaknya ingin bapaknya kembali sama ibunya),” kata Sholikin menirukan Dewi semasa masih hidup.

Sementara itu, tetangga pelaku yang berinisial SM kepada Jawa Pos Radar Kudus, mengatakan, Sugeng dan mantan istrinya bercerai sekitar tiga tahun lalu. Mereka pisah karena mantan istri Sugeng kepincut dengan rekan kerjanya. Dulunya mantan istri Sugeng merupakan buruh tani. Lalu, ada rekan seprofesi yang membuat hati mantan istri Sugeng luluh.

DI GANG BUNTU: Kondisi lingkungan sekitar rumah Sugeng, pelaku pembunuhan kepada istrinya sendiri di Desa Lambangan, Undaan, Kudus. Rumahnya dua dari kiri. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)
DI GANG BUNTU: Kondisi lingkungan sekitar rumah Sugeng, pelaku pembunuhan kepada istrinya sendiri di Desa Lambangan, Undaan, Kudus. Rumahnya dua dari kiri. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

SM juga mengungkapkan, Sugeng juga diduga pernah ”main tangan” kepada mantan istrinya. Namun tak terlalu parah. ”Mungkin juga, mantan istrinya tak dicukupi kebutuhannya oleh Sugeng. Maka dari itu dia minta cerai dengan Sugeng,” katanya.

Dia menceritakan, Sugeng merupakan anak ke lima dari enam bersaudara. Sugeng termasuk sukses di antaranya kelima saudaranya. Rumah sugeng cukup paling bagus di antara rumah lima saudaranya. Rumah Sugeng diapit rumah saudaranya, SY dan NY.

Saat Jawa Pos Radar Kudus menyambangi rumah Sugeng kemarin, kondisinya tertutup rapat. Rumah itu merupakan paling bagus dibanding rumah saudaranya. Lantai rumahnya dilapis keramik, sedangkan rumah saudaranya hanya tanah. Ada pula gebyok di jendela rumahnya.

SM juga memaparkan, bahwa Sugeng mempunyai dua motor, Honda Vario dan motor sport. Sugeng termasuk kecukupan dibanding saudara-saudaranya. Namun, Sugeng memiliki kepribadian yang pelit kepada Dewi maupun saudaranya.

Pernah suatu ketika Dewi sedang ngidam mi ayam, namun Sugeng tak menuruti keinginan istrinya. Dia malah menyuruh Dewi untuk membeli mi biasa dan ditaburi micin. Sehingga rasanya mirip dengan mi ayam. ”Iku lha wes koyo mie ayam rasane. Kok ada lelaki setega itu terhadap istrinya,” cetus SM dengan mimik muka jengkel.