XL Axiata Raih 54,9 Juta Pelanggan

381

RADARSEMARANG.ID, JAKARTA – Berbagai Inovasi yang dilakukan XL Axiata membuah hasil dengan diraihnya  54,9 juta pelanggan, dari jumlah tersebut  43,9 juta atau 80 persen di antaranya pelanggan yang sudah menggunakan smartphone. Jumlah pengguna smartphone ini meningkat 15 persen dari periode yang sama di tahun lalu. Adapun pelanggan XL Axiata yang aktif menggunakan layanan data saat ini juga telah mencapai 82 persen dari total pelanggan.

CEO & Presiden Direktur XL Axiata, Dian Siswarini, mengatakan total lalu lintas di seluruh jaringan XL Axiata telah mengalami peningkatan 76 persen YoY di 2018 dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya terutama didorong oleh pertumbuhan lalu lintas data yang meningkat dibandingkan dengan penurunan lalu lintas dari layanan legacy (SMS dan percakapan).

Selain Xtream dan Xtream Ultima, XL Axiata masih memiliki sejumlah program inovatif lainnya yang memiliki daya tarik besar bagi pelanggan. Ada paket OWSEM Bronet 4G dari AXIS dengan keunggulan kuota bonus tambahan untuk aplikasi game dan streaming musik. Lalu, paket Umroh dan Haji yang memberikan konektivitas kepada pelanggan saat roaming di Arab Saudi. Untuk segmen usaha kecil, XL juga memiliki Paket Biz yang menawarkan solusi bisnis yang sudah termasuk Office 365 dari Microsoft tanpa biaya tambahan.

Hingga tutup tahun 2018, EBITDA mengalami peningkatan sebesar 2  persen YoY, dengan margin naik 1 ppt menjadi 37,0 persen. Capaian ini terutama terdorong oleh peningkatan pendapatan dan lebih berfokusnya perusahaan pada efisiensi biaya. Sementara itu, pada periode kuartal keempat 2018, XL Axiata mencatat kenaikan pada pendapatan kotor sebesar 3 persen dibandingkan kuartal sebelumnya (QoQ). Kenaikan ini melanjutkan kenaikan yang telah diraih secara berturut-turut pada tiga kuartal sebelumnya. Pencapaian ini terutama terdorong oleh pendapatan layanan yang meningkat 6 persen QoQ, di mana kenaikan data mencapai 9 persen QoQ sebagai hasil dari suksesnya penjualan dan juga monetisasi data. EBITDA juga naik 8 persen QoQ dengan margin naik 180 bps menjadi 38,8 persen karena peningkatan pendapatan dan efisiensi biaya fokus yang berkelanjutan.

XL Axiata mencatat kerugian Rp 3,3 triliun. Hal ini terutama disebabkan oleh beban biaya penyusutan yang dipercepat. XL Axiata mencatat rugi bersih sebesar   Rp 9 miliar setelah dinormalisasi  pada akhir tahun 2018. Beban penyusutan yang dimaksud adalah biaya penyusutan yang dipercepat di kuartal 4 2018 sehubungan dengan pengurangan penggunaan jaringan 2G terutama yang telah dimatikan, dibongkar dan usang atau tidak lagi digunakan.

Terkait dengan program pengurangan penggunaan jaringan 2G yang dimaksud di atas, hal ini merupakan bagian dari pelaksanaan strategi transformasi untuk membawa XL Axiata menjadi lebih berfokus pada bisnis data dan menjadi penyedia internet seluler terkemuka di Indonesia. Sejak awal tahun 2018, XL Axiata telah mulai mengurangi jaringan 2G di area tertentu sambil terus mengurangi kapasitas di area lain di mana penggunaan 2G menurun.