Diperiksa Selama 20 Jam, Jokdri: Terima Kasih Penyidik

143

JawaPos.com – Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PSSI, Joko Driyono (Jokdri) keluar dari ruangan penyidik Polda Metro Jaya sekitar pukul 06.53 WIB, Selasa (19/2). Tersangka kasus perusakan alat bukti pengaturan skor liga Indonesia itu diperiksa selama 20 jam.

Mengenakan batik yang sama saat memasuki ruangan penyidik, Jokdri dan kuasa hukumnya enggan berkomentar lebih dalam mengenai kasus yang membelit orang nomor satu di tubuh PSSI. Jokdri mengakui pemeriksaan oleh penyidik terhadapnya berjalan profesional.

“Sejak kemarin, jam 10.00 WIB sampai hari ini, alhamdulillah sudah memenuhi undangan Satgas untuk didengar keterangan saya sebagaimana surat panggilan,” ujarnya di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (19/2).

Jokdri juga memilih tidak menanggapi pertanyaan demi pertanyaan yang disampaikan penyidik kepadanya. Ia pun langsung menuju mobil dan meninggalkan Polda Metro Jaya.

“Saya mengucapkan terimakasih atas pelayanan ya, interaksi dan proses penyidikan yang berlangsung hari kemarin, malam hari hingga hari ini,” tambahnya.

Diketahui, Jokdri ditetapkan sebagai tersangka perusakan barang bukti kasus dugaan pengaturan skor sejak Kamis, (14/2) lalu. Hingga saat ini polisi belum melakukan penahanan terhadap Joko Driyono atas kasus penghancuran barang bukti pengaturan skor itu.

Jokdri diketahui menjadi aktor intelektual perusakan dan pencurian barang bukti di Kantor Komdis PSSI, Jalan Taman Rasuna Timur, Menteng Atas, Setiabudi.

Dia menyuruh tiga orang bernama Muhammad Mardani Mogot alias Dani, Musmuliadi alias Mus, dan Abdul Gofu untuk mengambil laptop Jokdri serta alat bukti lainnya, usai Satgas Antimafia Bola menggeledah kantor tersebut.

Padahal, kantor tersebut sedang dalam pengawasan kepolisian dengan diberi tanda garis polisi. Ketiga orang suruhan Jokdri itu merusak police line, hingga masuk tanpa izin.

Joko Driyono terancam dijerat dengan Pasal 363 KUHP dan atau Pasal 265 KUHP dan atau Pasal 233 KUHP. Pasal-pasal tersebut pada intinya mengenai tindakan pencurian dengan pemberatan atau perusakan barang bukti yang telah terpasang police line.

“Pasca penggeledahan di apartemen saudara JD, penyidik melakukan gelar perkara dan menetapkan ia sebagai tersangka,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Argo Yuwono saat dikonfirmasi, Jumat (15/2).

Editor           : Bintang Pradewo
Reporter      : Wildan Ibnu Walid