Optimalkan SDA, Butuh Komitmen Bersama

107
PIDATO POLITIK : Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto saat mengisi Pidato Kebangsaan Mewujudkan Swasembada Energi, Pangan dan Air di Ballroom Po Hotel Semarang, kemarin. (NUR CHAMIM/RADARSEMARANG.ID)
PIDATO POLITIK : Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto saat mengisi Pidato Kebangsaan Mewujudkan Swasembada Energi, Pangan dan Air di Ballroom Po Hotel Semarang, kemarin. (NUR CHAMIM/RADARSEMARANG.ID)

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG-Calon presiden (capres) nomor urut 02, Prabowo Subianto mengajak semua elemen masyarakat memaksimalkan Sumber Daya Alam (SDA) untuk kepentingan Indonesia. Sumber air, energi dan tambang begitu melimpah. Dengan begitu, kesejahteraan rakyat bisa terwujud dan Indonesia adil dan makmur.

“SDA Indonesia begitu besar, tapi sayang belum dimanfaatkan untuk kesejahteraan dan kepentingan rakyat,” kata Prabowo saat mengisi Pidato Kebangsaan Mewujudkan Swasembada Energi, Pangan dan Air di Ballroom Po Hotel Semarang, kemarin.

Ucapan Prabowo langsung disambut tepuk tangan ratusan pendukungnya yang sudah memadati area ballroom. Ia menambahkan, saat ini Indonesia sedang menuju ke arah keterpurukan. Meski begitu, Prabowo optimistis bisa membawa Indonesia ke arah yang lebih baik. “Saya optimistis bukan pesimistis. Kami percaya Indonesia bisa bangkit, kami percaya Indonesia akan menang. Tapi ada syaratnya,” tegasnya.

Hanya saja, syaratnya tidak mudah, membutuhkan komitmen bersama untuk terus maju. Selain itu, putra dan putri terbaik bangsa Indonesia harus dimaksimalkan dan diajak untuk membangun bangsa. Putra-putri terbaik itu akan dicarinya dari semua suku, kelompok etnis, agama apa pun. Bahkan dia mengklaim tidak akan melihat dukungan politik para putra-putri terbaik itu. “Terbaik artinya terbaik otaknya, terbaik hati dan akhlaknya,” tambah Prabowo.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menyoroti penegakan hukum di Indonesia. Ia berkomitmen akan berupaya meningkatkan kualitas aparat penegak hukum. Gaji penegak hukum harus ditingkatkan sebagai upaya mencegah terjadinya praktik korupsi. Aparatur pemerintah, birokrasi juga demikian, harus unggul, harus pandai, harus hebat dan tidak bisa disogok siapapun.

“Untuk menghasilkan itu, kita harus konsepsional. Pakai konsep tidak hanya pakai mulut. Konsepnya harus diperbaiki. Gaji semua petugas harus cukup supaya dia tidak tergoda,” tegasnya. (fth/ida)