ASEAN School Games Dipusatkan di Semarang

128

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG–Jateng berupaya mengulang sukses Asian Games dan Asian Para Games dalam pelaksanaan ASEAN School Games (ASG) di Jawa Tengah, 17-25 Juli mendatang. Tidak se-spektakuler Asian Games, namun pelaksanaan di Jawa Tengah dipastikan meriah.

”Ini karena anggarannya tidak sebesar Asian Games, tapi akan meriah. Ini nanti akan menjadi mini Asian Games-lah,” kata Gubernur Ganjar Pranowo, di kantornya, Jumat (15/2) kemarin.

Pelaksanaan ASG 2019 akan dipusatkan di Semarang. Ada sekitar 10 venue yang digunakan untuk 9 cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan. Venue tersebut yakni Stadion Tri Lomba Juang untuk cabor atletik, GOR Sahabat (basket), Graha Padma Sport Club (tenis meja), GOR Universitas Semarang (bulu tangkis), lapangan tenis Unnes dan Jatidiri (tenis lapangan), Stadion Jatidiri (renang), GOR UIN Walisongo (bola voli), GOR Unika (sepak takraw), serta Hotel Patra (pencak silat). Sejumlah venue dikatakan Gubernur, sudah siap.

Ditambahkan, pembukaan pelaksanaan pesta olahraga pelajar se-Asia Tenggara ini tidak dapat dilaksanakan di GOR Jatidiri. Pemerintah telah mencari alternatif lain, yakni dilaksanakan di Marina. ”Mungkin pembukaan nanti di Marina, kemudian penutupannya mungkin di Borobudur. Karena kalau ngejar Jatidiri, sepertinya tidak memungkinkan,” jelas gubernur.

Agar terlaksana semenarik mungkin, gubernur meminta semua tim kreatif dan seniman lokal berkontribusi. Termasuk masyarakat, ia mengajak menyiapkan berbagai souvenir berupa kaos, jersey, mug dan yang lainnya. ”Kalau biasanya olahraga saja, ini nanti akan ada pikniknya. Sehingga souvenir khas Jawa Tengah yang dibuat masyarakat bisa memberikan kemeriahan tersendiri. Ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk berkreasi dan berusaha,” terangnya.
Gubernur ingin, gelaran Asian School Games tidak hanya mempertandingkan olahraga saja, namun ajang para pelajar menyampaikan pesan-pesan. Seperti pesan perdamaian, saling menghargai antar negara dan bangsa, maupun pesan mengenai isu yang lainnya.

Mengenai persiapan, pemerintah pusat terus menjalin komunikasi dengan Pemprov Jateng. Pemerintah pusat juga sempat mengajak Jateng studi banding pada gelaran ASG sebelumnya di Malaysia untuk melihat gambaran pelaksanaan event ini. ”Sehingga sekarang tinggal persiapan saja,” kata Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora), Gatot S Dewo Broto, di kantor Gubernur Jateng, Jumat (15/2) kemarin.

Jateng dipilih sebagai tuan rumah dengan pertimbangan, salah satunya untuk mendorong perkembangan olahraga di Jateng agar semakin maju. Gelaran ini, dinilai akan membuat masyarkat semakin bersemangat melakukan olahraga. ”Di sisi lain, infrastruktur juga akan meningkat,” kata dia.

Indonesia, pada gelaran ini ditargetkan menjadi jaura umum. Berkaca pada pengalaman sebelumnya, Indonesia tidak terlalu kesulitan mencapai target ini. (sga/ida)