RSUD Siapkan Layanan Gangguan Kejiwaan

53

RADARSEMARANG.ID, KENDAL – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soewondo menyiapkan fasilitas ruang gangguan kejiwaan. Rencananya operasional pelayanan untuk pasien gila itu resmi akan dilakukan setelah pemilihan umum (Pemilu) 2019.

“Pembangunan gedung rawat inap dua lantai untuk perawatan pasien gangguan kejiwaan sudah selesai. Nantinya akan digunakan untuk pelayanan bagi 20 pasien umum ganggan kejiwaan,” kata Direktur RSUD dr Soewondo dr H Haris Tiyanto SpB melalui Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Medik dr Mastutik, Rabu (13/2).

Fasilitas perawatan untuk pasien gangguan kejiwaan sangat dibutuhkan. Pasalnya pada perawatan pasien gangguan jiwa, terjadi tindakan negatif dari pasien yang justru membahayakan bagi dirinya sendiri maupun orang lain. Misalkan, tak sedikit dari pasien depresi dan gila yang memanfaatkan elemen ruang untuk melakukan kekerasan atau melarikan diri.

Sehingga diperlukan desain elemen ruang pada bangunan rumah sakit jiwa berdasarkan keamanan dan kenyamanan pasien. “Pemilihan teralis besi yang dipasang di ruang kamar perawatan tentu kami perhatikan segi keamanannya. Begitu juga tempat tidur pasien. Teralis besinya sesuai dengan komparasi material elemen ruang. Teralis rapat dengan motif vertikal memiliki tingkat keamanan yang tinggi karena tidak dapat digunakan untuk menggantungkan diri. Tempat tidurnya sebanyak 20 unit,” ungkapnya.

Humas RSUD dr Soewondo Kendal, dr Muhammad Wibowo, selain mempersiapkan berbagai fasilitas, pihaknya juga tengah mempersiapkan segi tenaga medisnya. Baik dokter ahli jiwa dan perawatnya. Pada gedung pelayanan bagi pasien gila itu juga akan ditempatkan keamanan khusus. “Untuk sumber daya manusia (SDM) nya sedang kami persiapkan,” tuturnya.
Muhammad Wibowo, menambahkan, pengawasan secara fisik dapat dicapai dari bangunan atau ruang yang melingkupinya. Oleh karenanya, elemen-elemen dalam ruang harus bisa meminimalkan pasien dari kemungkinan terluka atau melukai diri dan hal-hal yang membahayakan dirinya sendiri. “Berbagai elemen ruang yang dimaksud yaitu lantai, dinding,
langit langit, pintu, jendela, dan perabot ruang. Untuk sakelar lampu akan dipasang di luar kamar pasien gangguan jiwa. Supaya tidak jadikan mainan. Jika rusak sakelar lampu itu kabel yang teraliri listrik itu akan tampak dan itu membahayakan,” pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Kendal Mirna Annisa, mengatakan, pembangunan gedung untuk perawatan pasien mengalami ganguan jiwa yang ada di RSUD dr Soewondo itu bukan untuk Rumah Sakit Jiwa (RSJ). “Bukan untuk RSJ, tapi gedung itu dibangun untuk ruang perawatan bagi psien yang mengalami gangguan jiwa,” katanya. (bud/bas)