Pemerintah Desa Harus Lestarikan Sumber Daya Air

87
PEDULI LINGKUNGAN : Bupati Magelang Zaenal Arifin menanam pohon sebagai wujud penghijauan dan pelestarian sumber daya air di wilayah Kabupaten Magelang. (Humas Pemkab Magelang for Radarsemarang.id)

RADARSEMARANG.ID, MUNGKID – Lingkungan yang hijau dengan sumber air yang melimpah pada saat ini, merupakan potensi yang harus dikelola dengan baik untuk generasi mendatang. Untuk itu, pemerintah desa sebagai kepanjangan dari Pemerintah Kabupaten Magelang, harus mampu menjaga dan melestarikan sumber daya air di masing-masing wilayah.

Hal ini diungkapkan Bupati Magelang, Zaenal Arifin, Selasa (13/2/2019) saat memberikan pembinaan kepada aparatur pemerintah desa tahun 2019 se-Kecamatan Salaman dan Tempuran, di gedung KPRI Dwija Salaman. Bupati menegaskan, bahwa dunia merupakan satu kesatuan, alam yang satu, dan tanah satu yang dipijak sehingga harus tetap dijaga.

“Kita tidak dapat hidup tanpa alam yang baik, dengan sumber daya air yang kurang. Maka keberadaan tumbuh-tumbuhan dan pepohonan di lingkungan kita pun harus tetap kita jaga sebaik mungkin,” ujar Zaenal.

Zaenal mengungkapkan, ke depan Kabupaten Magelang harus meningkatkan daya saing daerah yang berbasis pada potensi lokal, dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan hidup.

“Artinya lingkungan hidup harus tetap menjadi prioritas kita,” ungkap Zaenal.
Pada kesempatan tersebut ia juga mengajak segenap aparatur desa se-Kecamatan Salaman dan Tempuran, untuk menghadirkan pemerintahan yang amanah. Salah satunya, dengan menjaga amanah yang telah diberikan oleh masyarakat, untuk melaksanakan roda pemerintahan di tingkat desa.

“Maka hal tersebut juga harus sesuai dengan 10 prioritas pembangunan Kabupaten Magelang periode 2019-2024. Beberapa di antaranya adalah meningkatkan pembangunan di bidang pendidikan, kesehatan, kehidupan beragama, penanggulangan kemiskinan, dan penanggulangan bencana,” tutur Zaenal.

Bupati juga meminta agar pemerintahan di tingkat desa dapat mensinkronkan RPJMD dengan pemerintahan di tingkat kecamatan, maupun di tingkat kabupaten, dengan tujuan satu visi dan misi dalam pembangunan. Untuk memenuhi hal tersebut, menurut Zaenal, maka sangat diperlukan adanya monografi desa, yakni dimana semua data tentang desa akan bisa langsung tersambung hingga di tingkat kabupaten. Pihaknya juga meminta agar desa dapat menganggarkan untuk smart desa.

“Perubahan era digital ini mau tidak mau harus kita ikuti, maka oleh karena itu saya minta pada APBDes ini untuk menganggarkan smart desa, supaya semuanya dapat langsung tersambung dengan kita yang ada di tingkat kabupaten,” tandasnya.

Usai memberikan pembinaan kepada aparatur di tingkat desa, Bupati Magelang juga melakukan penanaman pohon tabebuya di SMP Negeri 1 Salaman sebagai simbol pelestarian lingkungan. (had/lis)